Menurutnya, kasus kematian salah satu anak buahnya di KBRI Myanmar ini sama dengan kasus Vina di Cirebon.
“Ini juga sama kan, dia meninggal karena kehabisan nafas, kehabisan nafasnya secara tidak wajar, karena dibelit lakban,” imbuhnya.
Sebagai mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Ito pun menyarankan pihak kepolisian untuk melakukan sejumah pemeriksaan, salah satunya memeriksa bagian torak korban untuk mengetahui kondisi korban saat meninggal.
“Dari toraknya, paru-parunya akan bisa ditentukan orang ini meninggal setelah atau sebelum (dililit lakban),” ujarnya.
Jika pemeriksaan torak dan paru-paru menunjukkan korban meninggal sebelum dililit lakban, Ito menegaskan hal tersebut merupakan kasus pembunuhan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Update! Ini Beberapa SPBU di Jember yang Masih Memiliki Ketersediaan BBM, Pastikan Lokasi dan Ketersediaannya
Terkait Kebijakan Pemblokiran Rekening Nganggur, Hotman Paris Sebut Termasuk Langgar HAM
Viral Kisruh di SPBU Pecoro Jember Saat Antri BBM, Imbas Kelangkaan Bahan Bakar Usai Jalur Gumitir Ditutup
Kompolnas Sebut Kematian Diplomat Arya Daru Sudah Terang Benderang, Ponsel Hilang Bukan Halangan
Breaking News! Kebakaran di Pasar Taman Puring Jakarta Selatan, Api Lahap Ratusan Kios
4 Fakta Kebakaran di Pasar Taman Puring Jakarta Selatan, Penumpang Trans Jakarta Koridor 13 Kena Imbas
Sempat Diwarnai Aksi Protes, Pemkab Situbondo Tegaskan Komitmen Benahi Pengelolaan Pantai Pasir Putih