SketsaNusantara.id - Pemerintah Kabupaten Jember bersinergi dengan PWRI Jember menyelenggarakan acara Senam Bersama di Alun-Alun Jember, pada Sabtu, 26 Juli 2025.
Kegiatan tersebut digelar dalam rangka merayakan Ulang Tahun ke-63 Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) pada 2025.
Terpantau, kegiatan tersebut cukup meriah. Ada sebanyak 1.200 peserta yang hadir dan mengikuti senam bersama Bupati Jember, Muhammad Fawait dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jember Ghyta Eka Puspita.
Seperti diketahui, PWRI menjadi satu-satunya organisasi pensiunan PNS/ASN yang memiliki peran penting dalam mempertahankan semangat persatuan serta menjadi mitra pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi para lansia.
Tahun ini, PWRI mengusung tema Dengan Semangat Merah Putih, PWRI Tingkatkan Persatuan dan Kesatuan untuk Mewujudkan Kesejahteraan Lansia Menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam sambutannya, Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada para pensiunan yang telah mengabdikan diri untuk bangsa dan negara. Khususnya, di Kabupaten Jember.
"Para pensiunan adalah pejuang sejati yang telah melakukan pengabdian. Bukan hanya dalam satu atau dua tahun, tetapi selama puluhan tahun. Jika masa jabatan bupati maksimal 10 tahun, anda bisa mengabdi selama 30–40 tahun," papar Fawait.
Oleh karena itu, atas nama Pemerintah Kabupaten Jember, Gus Fawait menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya atas dedikasi tersebut.
Lebih lanjut, Bupati Jember juga mengajak semua elemen masyarakat. Termasuk para anggota PWRI untuk tetap aktif berkolaborasi dengan pemerintah dalam menyelesaikan berbagai masalah daerah. Misalnya, kemiskinan dan kesehatan.
"Saat ini Jember merupakan daerah dengan angka kemiskinan tertinggi kedua di Jawa Timur, bahkan memiliki tingkat kemiskinan ekstrem tertinggi di Jawa Timur. Oleh karena itu, kami berharap doa dan dukungan agar ke depan kita dapat menjadikan Jember lebih maju," ungkapnya.
Bupati Fawait juga mengingatkan akan pentingnya peran pensiunan untuk tetap terlibat dalam perjuangan meski telah pensiun.