news

Program TMMD ke-125 Kodim 0825 Banyuwangi Libatkan TNI dan Warga Desa Kesilir Gotong Royong Bangun Jalan Desa

Jumat, 25 Juli 2025 | 20:51 WIB
Bukan sekadar membangun jalan, TMMD Banyuwangi tanamkan arti kebersamaan di Desa Kesilir (Dok. Kodim )

SketsaNusantara.id – Di Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung, Banyuwangi, tak ada suara mesin berat atau hiruk-pikuk alat konstruksi modern.

Yang terdengar hanyalah langkah kaki, teriakan penyemangat, dan deru napas puluhan warga bersama prajurit TNI yang bahu-membahu memanggul batu besar.

Beginilah wajah TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 yang digelar Kodim 0825/Banyuwangi, wajah penuh peluh, semangat, dan kebersamaan.

Baca Juga: Bikin Bangga! Disaksikan Prabowo Subianto, Prajurit TNI Jadi Garda Terdepan Defile Militer Bastille Day 2025 di Champs Elysees, Prancis

Jumat, 25 Juli 2025 menjadi hari yang sarat makna. Di tengah jalanan desa yang berbatu dan licin akibat hujan semalam, puluhan prajurit dan warga bergantian mengangkut material pengecoran secara manual.

Tidak ada kendaraan pengangkut. Hanya tangan, tali, dan tekad untuk menyelesaikan pembangunan jalan rabat beton yang akan menjadi urat nadi ekonomi warga sekitar.

"Ini bukan sekadar proyek fisik. Ini adalah wujud nyata dari semangat gotong royong yang sudah lama menjadi jati diri bangsa kita," ujar Babinsa Desa Kesilir, Sertu Bambang Darmawan.

Baca Juga: Anggota TNI Korban Pengeroyokan Brutal di Terminal Arjosari Malang hingga Luka-luka, Kepolisian dan Pomal Bekerjasama Usut Tuntas

Ia mengaku haru melihat warga dengan sukarela meninggalkan sawah dan aktivitas harian demi mendukung program ini.

TMMD 125 tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyentuh aspek sosial. Rumah tidak layak huni diperbaiki, saluran irigasi dibangun, dan yang paling utama, rasa saling percaya antara TNI dan rakyat dipererat.

Di balik tiap adukan semen dan susunan batu, ada cerita tentang kebersamaan yang sulit dibeli dengan anggaran negara.

Baca Juga: Profil 4 Komisaris PT Gag Nikel Pemilik Izin Tambang di Raja Ampat, Ada Ulama NU, Anak Buah Bahlil Lahadalia hingga Pensiunan TNI

Bagi warga seperti Pak Slamet, petani kopi yang turut serta dalam pengangkutan batu, TMMD bukan hanya membawa jalan baru, tapi juga membawa semangat baru.

“Kalau begini, kami jadi percaya bahwa membangun desa itu tidak harus menunggu kota. Kita bisa mulai sendiri, asal bersama,” katanya.

Halaman:

Tags

Terkini