SketsaNusantara.id - Ketegangan terjadi di perbatasan Thailand dan Kamboja yang kembali ramai jadi sorotan dunia.
Pasukan militer dari kedua negara ASEAN ini saling serang pada hari Kamis, 24 Juli 2025.
Belasan warga sipil dan sejumlah tentara militer gugur akibat perselisihan ini.
Menurut AFP, bentrokan senjata terjadi di sekitar kuil kuno yang berada di sekitar perbatasan Kamboja dan Thailand.
Akibat kejadian ini, ribuan warga di sekitar perbatasan sementara terpaksa harus mengungsi dan mencari tempat berlindung di tengah serangan militer yang diluncurkan dalam beberapa hari terakhir.
Baca Juga: Konflik Iran dan AS Picu Kekhawatiran, Ini Analisis Bung Kus soal Nasib Iran di Piala Dunia 2026
Lantas, apa yang menyebabkan kedua negara ini berselisih? Apa yang memicu konflik hingga terjadi bentrokan senjata antara militer Thailand dengan Kamboja?
Dilansir SketsaNusantara.id dari laman Hindustan Times, konflik yang terjadi antara militer Thailand dan Kamboja merupakan gejolak terbaru dalam sengketa perbatasan yang telah berlangsung selama lebih dari 1 abad.
Bentrokan terbaru terjadi di dekat Kuil Ta Muen Thom, di perbatasan Provinsi Surin (Thailand) dan Oddar Meanchey (Kamboja).
Akar permasalahannya bermula sejak masa penjajahan Prancis sejak akhir abad ke-19.
Sekitar tahun 1907, Prancis menggambarkan perbatasan sesuai perjanjian bilateral dengan mengikuti aliran sungai alami antar kedua negara.
Namun, perbatasan yang dipetakan Prancis justru mengutungkan Kamboja.
Thailand menilai peta itu menyimpang dari kesepakatan tahun 1904, terutama di kawasan yang mengelilingi Kuil Preah Vihear.