Kamis, 4 Juni 2026

Mengapa Thailand dan Kamboja Saling Serang? Konflik Lebih dari 1 Abad Kembali Memanas Akibat Sengketa Perbatasan, Ternyata Ini Pemicunya

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Jumat, 25 Juli 2025 | 11:15 WIB
Ilustrasi bendera negara Kamboja dan Thailand yang saling serang karena masalah sengketa wilayah di kompleks candi sekitar perbatasan kedua negara (X/CAAUniLodz)
Ilustrasi bendera negara Kamboja dan Thailand yang saling serang karena masalah sengketa wilayah di kompleks candi sekitar perbatasan kedua negara (X/CAAUniLodz)

Berdasarkan aliran sungai, kuil tersebut seharusnya masuk wilayah Thailand, tetapi pemetaan Prancis menunjukkan kuil berada di Kamboja.

Thailand yang menemukan kesalahan ini kemudian menggugat ke Mahkamah Internasional (ICJ) pada tahun 1930-an.

Namun ICJ menolak protes tersebut karena dianggap terlalu lama dari kesepakatan awal.

Baca Juga: Kementerian Luar Negeri Berhasil Evakuasi Orang dari Iran dan 4 dari Israel di Tengah Memanasnya Konflik Iran-Israel

Pada tahun 1962, Mahkamah Internasional memutuskan untuk memenangkan Kamboja dan memberi kedaulatan atas kuil tersebut, meski Thailand masih mempermasalahkan wilayah di sekitarnya.

Thailand bersikeras menyebut kuil-kuil di perbatasan ini berada di wilayahnya.

Hal ini kemudian memicu pemerintah Kamboja menempatkan pasukan selama bertahun-tahun di sekitar kuil.

Ketegangan meningkat pada 2008 saat Kamboja mendaftarkan kuil sebagai Warisan Dunia UNESCO dan memicu bentrokan bersenjata hingga tahun 2011 yang menewaskan puluhan orang.

Pada 2013, ICJ kembali menegaskan bahwa tanah di sekitar kuil milik Kamboja dan memerintahkan Thailand untuk mundur. Namun, klaim wilayah di sekitar kompleks kuil terus diperdebatkan.

Baca Juga: Geger Pacu Jalur Ramai Diklaim Negara ASEAN, YouTuber Asal Lampung Beri Sindiran Menohok: Pemerintah Baru Peduli Budaya Kita Setelah Viral

Pemicu terbaru terjadi pada 28 Mei 2025, dengan baku tembak singkat di wilayah sengketa antara Provinsi Preah Vihear (Kamboja) dan Ubon Ratchathani (Thailand), menewaskan seorang tentara Kamboja. Kedua pihak saling tuding memulai serangan.

Situasi memburuk pada hari Kamis, 24 Juli 2025. Serangan besar-besaran melibatkan ranjau darat, roket BM-21, drone, dan serangan udara F-16 Thailand, menyebabkan sedikitnya 12 orang tewas, sebagian besar warga sipil Thailand, termasuk anak-anak, serta 31 orang luka-luka.

Kamboja menuduh Thailand memprovokasi dengan memasang kawat berduri dan melanggar area perbatasan.

Sebaliknya, Thailand menuding Kamboja menanam ranjau dan menembakkan roket ke pemukiman sipil.

Baca Juga: Kenapa Jakarta Disebut Ibu Kota ASEAN? Anies Bongkar Cerita Stasiun MRT dan Status Strategis di Kawasan

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: AFP, Hindustan Times

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X