Berdasarkan aliran sungai, kuil tersebut seharusnya masuk wilayah Thailand, tetapi pemetaan Prancis menunjukkan kuil berada di Kamboja.
Thailand yang menemukan kesalahan ini kemudian menggugat ke Mahkamah Internasional (ICJ) pada tahun 1930-an.
Namun ICJ menolak protes tersebut karena dianggap terlalu lama dari kesepakatan awal.
Pada tahun 1962, Mahkamah Internasional memutuskan untuk memenangkan Kamboja dan memberi kedaulatan atas kuil tersebut, meski Thailand masih mempermasalahkan wilayah di sekitarnya.
Thailand bersikeras menyebut kuil-kuil di perbatasan ini berada di wilayahnya.
Hal ini kemudian memicu pemerintah Kamboja menempatkan pasukan selama bertahun-tahun di sekitar kuil.
Ketegangan meningkat pada 2008 saat Kamboja mendaftarkan kuil sebagai Warisan Dunia UNESCO dan memicu bentrokan bersenjata hingga tahun 2011 yang menewaskan puluhan orang.
Pada 2013, ICJ kembali menegaskan bahwa tanah di sekitar kuil milik Kamboja dan memerintahkan Thailand untuk mundur. Namun, klaim wilayah di sekitar kompleks kuil terus diperdebatkan.
Pemicu terbaru terjadi pada 28 Mei 2025, dengan baku tembak singkat di wilayah sengketa antara Provinsi Preah Vihear (Kamboja) dan Ubon Ratchathani (Thailand), menewaskan seorang tentara Kamboja. Kedua pihak saling tuding memulai serangan.
Situasi memburuk pada hari Kamis, 24 Juli 2025. Serangan besar-besaran melibatkan ranjau darat, roket BM-21, drone, dan serangan udara F-16 Thailand, menyebabkan sedikitnya 12 orang tewas, sebagian besar warga sipil Thailand, termasuk anak-anak, serta 31 orang luka-luka.
Kamboja menuduh Thailand memprovokasi dengan memasang kawat berduri dan melanggar area perbatasan.
Sebaliknya, Thailand menuding Kamboja menanam ranjau dan menembakkan roket ke pemukiman sipil.
Artikel Terkait
Jerit Tangis Memilukan Warga Indonesia di Kamboja, Minta Tolong Hotman karena Lari dari Kekejaman Perusahaan
Bukan Jepang atau Korea, Prilly Latuconsina Pilih Kamboja untuk Destinasi Liburan Akhir Tahun 2024, Bareng Omara?
Kasus Viral di Media Sosial: Dugaan Perdagangan Orang oleh 2 Warga Jabar Menuju Kamboja
‘Dagelan’ Netanyahu, PM Israel Curhat Anaknya Bolak-Balik Gagal Nikah Gegara Konflik dengan Iran, Warganet Bandingkan dengan Nasib Rakyat Palestina
5 Fakta Penundaan Kepulangan Haji 2025 akibat Konflik Iran-Israel
97 WNI Telah Dievakuasi dari Iran, Sufmi Dasco Pastikan Pemerintah Terus Pantau dan Lindungi WNI di Zona Konflik