SketsaNusantara.id - Penerima bantuan sosial (bansos) dari pemerintah dinilai sebagian tidak tepat sasaran.
Warganet beberkan kejadian penyaluran bansos di masyarakat. Warganet sebut sebagian penerima bansos merupakan tergolong keluarga mampu.
Ada penerima bansos yang ternyata mampu membeli sapi, sawah, hingga mobil.
"Wong yang dapet bantuan PKH aja rumahnya bagus keramik, punya sawah, banyak sapi aja nggak dialihkan bu," komentar @agnes_putrii, dilansir SketsaNusantara.id dalam postingan TikTok @endahsubektiofficial.
"Halah gonku sik oleh bantuan malah wong sugih. Iso tuku lemah, ndue toko, ndue mobil. Kudune yo disurvei ulang. (Halah, di tempatku yang dapat bantuan malah orang kaya, bisa beli mobil, bisa beli tanah, punya toko, punya mobil. Harusnya disurvei ulang)," tambah @puttrysiska.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti memberikan saran kepada kepala desa atau lurah untuk mempertimbangkan kembali sasaran penerima bansos.
Secara tegas diminta untuk segera cabut bagi penerima bansos yang tergolong keluarga mampu.
Seperti keluarga yang mampu membeli barang di luar kebutuhan sandang, pangan, dan papan.
Endah sebut keluarga yang mampu beli rokok dan skincare tergolong mampu.
"Misalnya masih merokok, membeli skincare dan sebagainya ya kami mohon Pak Lurah untuk mempertimbangkan kembali," jelas Bupati Gunungkidul.
Berbagai bantuan sosial dari pemerintah yang selama ini sudah diterima sebagian masyarakat.
Bantuan yang disalurkan diantaranya PKH, BLT, BPNT, bantuan beras hingga uang sebesar Rp300 ribu per bulan.
Dengan demikian, Bupati Gunungkidul sangat menyayangkan jika keluarga penerima salah satu bantuan itu digunakan untuk membeli skincare dan rokok.
Melalui video Bupati Gunung Kidul, warganet meminta untuk meniadakan bansos.
Baca Juga: Beri Kenyamanan Pengguna Jalan, Satpol PP Jember Tertibkan Pengemis di Sekitar Lampu Merah Perkotaan
Sebagai gantinya, pemerintah menurunkan harga pangan atau sembako.
"Biar gak ribut...jangan ada bansos...lebih baik turunkan harga sembako...perluas lapangan pekerjaan," jelas @Triadi86.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini