news

Kisah Bocah SMP Asal Ambulu Jember yang Jadi Teroris dan Pandai Bikin Bom

Rabu, 23 Juli 2025 | 17:00 WIB
Kanit Intel Satgaswil Jatim Densus 88 Anti Teror Kompol Totok Suhartono saat menceritakan kisah bocah pembuat bom asal Jember. (SketsaNusantara.id/ M Purnomo)

"Nah, untuk menanggulangi bibit ini, harus mulai dari keluarga. Jangan sampai anak kecil teradikal karena media sosial," tegasnya.

Tak hanya anak-anak, sesuai survei, indeks potensi radikalisme lebih tinggi pada perempuan, generasi muda, dan orang yang aktif di internet.

Baca Juga: Jalur Gumitir Jember-Banyuwangi Ditutup 2 Bulan, Hiswana Migas Area Besuki Pastikan Harga Elpiji Tetap Stabil

"Kenapa? karena perempuan menjadi objek paling mudah untuk mengajak orang lain memiliki paham radikalisme," pungkasnya.

Ke depan, kepada seluruh masyarakat Jember, pihaknya mengajak setiap orang menjadi pembimbing bagi keluarga masing-masing.

"Jika menemukan ada teman atau saudara yang memiliki ciri-ciri paham radikal, segera laporkan," tandasnya.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini

Halaman:

Tags

Terkini