"Nah, untuk menanggulangi bibit ini, harus mulai dari keluarga. Jangan sampai anak kecil teradikal karena media sosial," tegasnya.
Tak hanya anak-anak, sesuai survei, indeks potensi radikalisme lebih tinggi pada perempuan, generasi muda, dan orang yang aktif di internet.
"Kenapa? karena perempuan menjadi objek paling mudah untuk mengajak orang lain memiliki paham radikalisme," pungkasnya.
Ke depan, kepada seluruh masyarakat Jember, pihaknya mengajak setiap orang menjadi pembimbing bagi keluarga masing-masing.
"Jika menemukan ada teman atau saudara yang memiliki ciri-ciri paham radikal, segera laporkan," tandasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini