"Nah, untuk menanggulangi bibit ini, harus mulai dari keluarga. Jangan sampai anak kecil teradikal karena media sosial," tegasnya.
Tak hanya anak-anak, sesuai survei, indeks potensi radikalisme lebih tinggi pada perempuan, generasi muda, dan orang yang aktif di internet.
"Kenapa? karena perempuan menjadi objek paling mudah untuk mengajak orang lain memiliki paham radikalisme," pungkasnya.
Ke depan, kepada seluruh masyarakat Jember, pihaknya mengajak setiap orang menjadi pembimbing bagi keluarga masing-masing.
"Jika menemukan ada teman atau saudara yang memiliki ciri-ciri paham radikal, segera laporkan," tandasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Jember Akan Aktifkan Kembali Izin Keramaian Sebagai Tindak Lanjut Fatwa Haram Sound Horeg, Begini Tanggapan MUI
Sound Horeg Resmi Dilarang, Warga Pertanyakan Kegiatan di Wilayah Jember Selatan
3 Rekomendasi Wisata Tema alam di Jember Jatim, Ada Puncak yang Paling Hits di Tahun 2025
Geger Penemuan Mayat Janin Terkubur di Belakang Kontrakan Mahasiswi di Jember, Polisi Amankan 3 Terduga Pelaku, Diduga Hasil Aborsi?
Gara-gara Asmara, 2 Remaja di Jember Diduga Lakukan Aksi Bullying di Alun-alun Jember, Netizen: Kan Ada Pos Polisi