“Sebab, aksesnya cukup sulit dan tidak ada akses penerangan jalan. Maka dari itu bisa menggunakan moda transportasi lain atau melintas di wilayah lain,” paparnya.
Sementara itu, Konsultas Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur - Bali Muhammad Kholid menambahkan, proses pengerjaan dilakukan sampai dengan akhir tahun 2025.
“Jadi pelaksanaanya sampai dengan Desember, tetapi penutupan total 2 bulan ini,” jelasnya.
Ia menjelaskan, kemiringan jalan di kilometer 233.500 mencapai 20-35 derajat dan ini membahayakan masyarakat.
“Maka nantinya secara teknis kita akan benahi menggunakan alat bore pile, sehingga jalan yang diperbaiki tidak bergerak,” tutupnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI