“Sebab, aksesnya cukup sulit dan tidak ada akses penerangan jalan. Maka dari itu bisa menggunakan moda transportasi lain atau melintas di wilayah lain,” paparnya.
Sementara itu, Konsultas Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur - Bali Muhammad Kholid menambahkan, proses pengerjaan dilakukan sampai dengan akhir tahun 2025.
“Jadi pelaksanaanya sampai dengan Desember, tetapi penutupan total 2 bulan ini,” jelasnya.
Ia menjelaskan, kemiringan jalan di kilometer 233.500 mencapai 20-35 derajat dan ini membahayakan masyarakat.
“Maka nantinya secara teknis kita akan benahi menggunakan alat bore pile, sehingga jalan yang diperbaiki tidak bergerak,” tutupnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI
Artikel Terkait
Langkah Konkrit Fatwa Haram MUI Terkait Sound Horeg, DPRD Jember Usulkan Pengaktifanan Kembali Izin Keramaian
Jember Akan Aktifkan Kembali Izin Keramaian Sebagai Tindak Lanjut Fatwa Haram Sound Horeg, Begini Tanggapan MUI
Bulog Jember Awasi Ketat Peredaran Beras Oplosan, Penyaluran SPHP Wajib Lewat Toko Terverifikasi
Akui Serapan Gabah Kering Panen Baik, Bulog Serap 90 Ribu Ton dari Petani Jember
Sound Horeg Resmi Dilarang, Warga Pertanyakan Kegiatan di Wilayah Jember Selatan
3 Rekomendasi Wisata Tema alam di Jember Jatim, Ada Puncak yang Paling Hits di Tahun 2025
Geger Penemuan Mayat Janin Terkubur di Belakang Kontrakan Mahasiswi di Jember, Polisi Amankan 3 Terduga Pelaku, Diduga Hasil Aborsi?
Gara-gara Asmara, 2 Remaja di Jember Diduga Lakukan Aksi Bullying di Alun-alun Jember, Netizen: Kan Ada Pos Polisi
7 Keunikan Pantai Pancer Puger di Jember, Nomor 7 Paling Menakjubkan dari Pantai Lainnya
Jalur Gumitir Jember-Banyuwangi Ditutup 2 Bulan, Hiswana Migas Area Besuki Pastikan Harga Elpiji Tetap Stabil