SketsaNusantara.id - Media sosial dihebohkan dengan unggahan akun Instagram National Security Agency of Republic Indonesia (NSA RI) yang mengklaim telah memperoleh hasil autopsi diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Arya Daru Pangayunan (ADP).
Unggahan ini kejutkan publik, dan memantik rasa penasaran, mengingat kasus kematian ADP masih menyisakan banyak tanda tanya dan kini tengah dalam penyelidikan polisi.
Dalam unggahannya, akun NSA RI menyebut terdapat luka memar pada bagian wajah dan lengan korban yang disebut sebagai indikasi kekerasan.
"Luka Luar ditemukan memar pada wajah, sekitar hidung dan mulut (indikasi pukulan atau pencekikan)," tulis akun Instagram @nationalsecurity.id yang diunggah pada hari Selasa, 22 Juli 2025 dikutip SketsaNusantara.id.
"Ada memar di kedua lengan yang konsisten dengan upaya penahanan atau ikatan, dan tidak ada luka terbuka signifikan. Namun ada lecet di leher (kemungkinan kain yang ditekan)," imbuhnya.
Unggahan tersebut juga menyebut paru-paru korban mengalami asfiksia berat akibat kekurangan oksigen serta cedera pada bagian belakang kepala korban yang diduga akibat pukulan benda tumpul.
"Temuan organ dalam paru-paru korban berwarna ungu dan berisi cairan, indikasi asfiksia berat (kehabisan oksigen), ada pembengkakan pembuluh darah otak hipoksia otak (kekurangan oksigen kronis)," tuturnya.
"Cedera di kepala belakang, dugaan pukulan benda tumpul, perdarahan ringan di ginjal kanan. Trauma tumpul (indikasi mengalami tendangan atau benturan)," jelasnya.
Akun NSA RI juga menyebut analisis toksikologi menunjukkan korban negatif terhadap obat-obatan narkotika atau alkohol.
Namun, ditemukan jejak senyawa sedatif ringan yang kemungkinan dipakai untuk melumpuhkan korban. Selain itu, tidak ditemukan tanda keracunan mematikan.
Postingan tersebut memicu spekulasi publik bahwa ADP tewas bukan karena bunuh diri, melainkan ada dugaan jadi korban pembunuhan yang mengindikasikan adanya keterlibatan dari pihak lain.