news

Jalur Gumitir Ditutup, Dishub Bagikan Rute Pengalihan Lalu Lintas dan 3 Jalur Alternatif ke Banyuwangi dari Jember, Surabaya dan Lumajang

Selasa, 22 Juli 2025 | 16:00 WIB
Potret jalur Gumitir yang akan ditutup total untuk preservasi jalan hingga 25 September 2025 (Instagram/bwitoday)

Rekayasa lalu lintas juga akan diberlakukan di pertigaan Alun-Alun Kota Jember dan Perempatan Mangli, Jember. Ditempatkan pula rambu pengalihan arah Banyuwangi untuk lewat Bondowoso - Situbondo - Ketapang, Banyuwangi.

Baca Juga: Gumitir Ditutup! Ini Jalur Alternatif Banyuwangi-Bondowoso Tanpa Lewat Jember dengan View 3 Gunung yang Menawan

2. Alternatif Surabaya ke Banyuwangi dan Sebaliknya

Pengendara bisa lewat Jalur Pantura (Pantai Utara) dengan rekayasa lalu lintas akan dialihkan menuju ke arah Banyuwangi lewat Leces - Probolinggo - Situbondo - Ketapang.

Rambu pertigaan akan dipasang di exit tol Leces dan lampu merah Kota Probolinggo. Arah sebaliknya dari Banyuwangi ke Surabaya juga dialihkan melewati Jalur Pantura dengan rambu pengalihan lalu lintas yang dipasang di Kota Banyuwangi, Srono, Genteng dan Kalibaru.

3. Alternatif Lumajang ke Banyuwangi dan Sebaliknya

Kendaraan dari arah Surabaya dan Lumajang menuju Banyuwangi dan sebaliknya juga disarankan melalui jalur Leces – Probolinggo – Situbondo – Banyuwangi.

Baca Juga: Jalan Utama Jember Banyuwangi Ditutup Total Selama 2 Bulan, Ini Jalur Alternatif Melintasi Gumitir, Lewat Makadam dan Area Perkebunan?

Bagi kendaraan muatan barang (Roda 6 atau lebih) dengan kapasitas lebih dari 15 ton akan dialihkan melalui rute Lumajang – Probolinggo – Situbondo – Banyuwangi. 

Hal ini dikarenakan jalur di Situbondo menggunakan bailey atau jembatan darurat dengan kapasitas maksimal 15 ton.

Dinas perhubungan juga menghimbau masyarakat untuk tidak melewati jalur alternatif di sekitar Alas Gumitir yang memasuki area perkebunan.

Baca Juga: Rencana Penutupan Jalur Gumitir Jember-Banyuwangi, Komisi C DPRD Ingatkan Efek Dominonya

Jalur tersebut hanya diperuntukkan bagi mobilitas masyarakat lokal dan tidak direkomendasikan untuk kendaraan umum, meski banyak warganet yang merekomendasikannya di media sosial.

Jalur alternatif masuk alas perkebunan, tidak disarankan untuk kendaraan umum karena kondisi jalan yang sempit dan belum beraspal. Terlebih pada malam hari yang terbilang berbahaya karena dan minimnya penerangan.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Halaman:

Tags

Terkini