SketsaNusantara.id - Seorang anak laki-laki ditemukan di jalan tanpa identitas yang jelas. Anak tersebut berkeliaran menggunakan pakaian serba hitam lalu singgah di sebuah warung makanan.
Melansir akun instagram @merapi_uncover, anak kecil ini ditemukan telah hilang tak tau alamat rumah. Ketika ditanya penduduk mengenai nama dan alamat. Anak tersebut hanya meningat namanya saja dan tidak biasa berbahasa Jawa.
Sungguh disayangkan, ketika ditanyai warga sekitar. Anak hilang ini tak mengingat dari ponpes apa dan di mana rumahnya.
Baca Juga: Hari Kedua Sekolah Rakyat, Ribuan Anak dari Keluarga Prasejahtera Nikmati Sekolah Gratis
Anak berinisial JNI rupanya lupa dari mana asal-usul dirinya. Anak kecil yang mengenakan baju serba hitam tersebut diperkirakan berusia sekitar 9-11 tahun.
Melansir dari akun @merapi_uncover, menghilangnya bocah tersebut diduga telah kabur dari pondok pesantren lantaran menjadi korban bullying dari teman-temannya.
Kronologi awal ditemukannya anak laki-laki tersebut berasal dari timur jalan (ring road selatan), yang berjalan dari arah simpang 4 Druwo. Sesampainya di Gapuro Pelem Sewu (lajur selatan). Anak tersebut tampaknya ingin menyeberangi jalan ke Utara Gapura Glugo, Jl. Alimaksum.
Baca Juga: Intip 3 Fakta Anak Hengky Kurniawan yang Kecelakaan di Karimunjawa, Fasilitas Medis Jadi Kendala?
Penduduk sekitar pun menghampiri anak tersebut karena terlihat takut untuk menyeberang jalan. Anak berinitial JNI tersebut di antar ke warung makan ABD oleh Pak Ogah pada Selasa, 15 Juli 2025 di daerah Jogjakarta.
Menurut akun @merapi_uncover, anak yang hilang ini kemudian diserahkan kepada pengunjung di warung makan itu, yang kebetulan merupakan penduduk berdomisili sekitar.
Mengetahui keberadaan anak hilang tersebut, warga sekitar segera melaporkan kepada pihak keamanan RT setempat untuk dikoordinasikan dengan Babinsa Polsek, Sewon.
Upaya pencarian data pihak Polsek Sewon tersebut berhasil menemukan identitas anak Initial JNI itu. Kini pihak Polsek Sewon berterima kasih kepada masyarakat yang telah melaporkan dan mengamankan anak yang diduga telah kabur.
Salah seorang perwakilan dari pondok Banguntapan telah mengambil kembali anak itu untuk di bawa ke pesantren.
“Kami juga berkoordinasi dengan Polsek Banguntapan untuk pengawasan dan pendampingan anak tersebut guna memastikan keamanan anak tersebut,” ucap perwakilan pondok Banguntapan.
Adapun informasi yang didapatkan dari Bhabin Panggungharjo menyatakan, bahwa benar anak tersebut bernama Juan Nito Iskandar sebagaimana yang telah diinformasikan.