Di sinilah kesalahpahaman besar bermula ketika Ferry Irwandi merasa komentarnya dihapus sepihak, sementara pihak Neo Historia menyangka komentar itu justru dihapus sendiri oleh Ferry atau ter-filter otomatis oleh Instagram.
Baca Juga: Konflik Ferry Irwandi vs Gabriel Rey: Sebenarnya Apa yang Terjadi?
Beruntung, situasi segera diredam melalui komunikasi terbuka. Ferry Irwandi akhirnya bertemu langsung dengan beberapa penulis dan mantan pengurus Neo Historia. Dalam pertemuan tersebut, disepakati bahwa semua tanggung jawab finansial akan diselesaikan.
Pihak Neo Historia menyampaikan bahwa saat ini hanya tersisa satu mantan pegawai yang urusannya belum tuntas karena berhalangan hadir. Selebihnya, semua persoalan terkait royalti buku, tunggakan gaji, dan sertifikat telah dilunasi.
Menyadari dampak dari kesalahan masa lalu, Neo Historia menegaskan kembali komitmen mereka sebagai media independen yang bertanggung jawab. Mereka menyatakan siap untuk berbenah, tidak hanya dari segi struktur internal tetapi juga dari cara mereka memperkenalkan sejarah kepada publik.
“Mulai hari ini, Neo Historia akan berbenah dalam banyak hal, belajar dari kesalahan masa lalu untuk masa depan yang baru,” tulis mereka dalam akhir pernyataan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini