4. Kemasan Tidak Sesuai Takaran
Beras oplosan sering dijual dalam kemasan yang tak sesuai dengan berat yang tertera. Konsumen bisa menimbang ulang untuk memastikannya.
5. Harga Tidak Wajar
Konsumen juga dihimbau untuk tidak tergiur dengan promo beras murah. Harga yang terlalu murah untuk beras yang diklaim premium bisa menjadi indikasi adanya kecurangan.
Dengan mengetahui ciri-ciri di atas, maka konsumen diharapkan untuk lebih teliti dalam memilih beras. Berikut tips yang bisa dilakukan untuk menghindari kerugian akibat membeli beras oplosan.
1. Beli dari Sumber Terpercaya
Belilah beras dari supermarket, toko resmi, atau agen terpercaya yang memiliki reputasi baik. Hindari membeli dari penjual yang tidak jelas asal-usulnya apalagi dengan tawaran harga murah.
2. Periksa Label Kemasan
Pastikan kemasan beras memiliki informasi lengkap, seperti merek, berat, jenis beras, dan tanggal produksi atau kedaluwarsa. Waspadai kemasan yang tampak rusak atau direkat ulang.
3. Amati Fisik Beras
Alangkah baiknya konsumen memperhatikan butir beras dengan melihatnya melalui kemasan transparan. Beras berkualitas biasanya memiliki butir yang utuh, warna putih seragam, dan bebas dari benda asing serta tidak berbau apek.
4. Timbang Ulang Kemasan
Gunakan timbangan untuk memastikan berat beras sesuai dengan yang tertera di kemasan. Jika sudah terlanjur membeli dan ternayta ada selisih berat, hindari untuk membeli beras dengan merk yang sama.