"Bukan bela mobil putih, tapi si bapak pesepedanya juga salah gak sih? karena beliau ada di lajur cepat mobil. Terlepas dari apapun itu, turut berduka cita dan semoga pengemudi pick up mempertanggungjawabkan perbuatannya," komentar salah satu warganet.
"Bukannya sudah ada larangan pesepeda melintasi Suramadu? kalopun boleh ya mungkin pakai jalur motor itu kan ada disediakan khusus. Bagaimanapun ini musibah, turut berduka untuk kelurga korban yang ditinggalkan. Semoga ini jadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih hati-hati," imbuh netizen lainnya.
Sebagai informasi, Jembatan Suramadu merupakan jalan bebas hambatan penghubung Surabaya dengan Madura dengan arus lalu lintas yang cukup tinggi dan tidak memiliki jalur khusus untuk sepeda.
Pihak berwenang telah memasang rambu-rambu larangan sepeda melintas. Petugas kepolisian juga melakukan penertiban dengan menghalau pesepeda yang nekat melintas, karena jalur cepat ini dinilai membahayakan pesepeda.
Kanit PJR (Patroli Jalan Raya) Jatim VIII juga membenarkan kejadian nahas ini. Ia mengatakan kasus tabrak lari ini sedang berada dalam penyelidikan lebih lanjut untuk menemukan pengemudi pick up.
"Dari keterangan rekan-rekan korban, memang betul ada kejadian tabrak lari di Suramadu dan kasus ini sedang dalam tahap penyelidikan Gakkum Satlantas Polres Bangkalan," ungkap AKP Darwoyo, Kanit PJR Jatim VIII, dikutip dari akun Instagram @suarasurabaya.
"Kami sedang melakukan oleh TKP (tempat kejadian perkara) dan cek rekaman CCTV di bentang tengah jembatan Suramadu, tapi nopol (nomor polisi) kendaraan pick up masih belum teridentifikasi ," imbuhnya.
Jenazah korban sudah dievakuasi ke RSUD Bangkalan dan mendapatkan penanganan hingga pemulangan ke rumah duka.
Menanggapi komentar publik soal larangan pesepeda melintasi Suramadu, AKP Darwoyo menyebut rambu ini belum terpasang di jalur cepat R4.
"Memang sudah ada lambu larangan pesepeda di jalur lambat (R2 - sepeda motor), tapi di jalur cepat belum terpasang," ungkap AKP Darwoyo.
"Nantinya akan dikoordinasikan dengan stakeholder terkait untuk dipasang rambu-rambu larangan pesepeda di jalur cepat, supaya kejadian seperti ini tak terulang kembali," pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini