SketsaNusantara.id - Di bawah guyuran hujan di Kecamatan Ajung, Bupati Jember Muhammad Fawait tetap melanjutkan serangkaian kegiatan Jember Kota Cerutu Indonesia (JKCI), pada Sabtu, 12 Juli 2025.
Meski hujan turun cukup deras, Gus Fawait enggan menghentikan kegiatan JKCI tersebut dan masih terus membagikan bantuan sosial berupa jaminan sosial ketenagakerjaan kepada puluhan buruh tani secara simbolis.
"Kalau hujan, biasanya saya menang. Karena ini hujan maka saya yakin ke depan JKCI akan jauh lebih besar ke depannya," harapnya.
Seperti diketahui, JKCI sudah berlangsung selama 7 tahun dan Gus Fawait berharap, JKCI mampu menjadi contoh dan berkolaborasi dengan event-event lain.
"Terima kasih atas terselenggaranya JKCI karena ini sangat berarti. Daerah maju biasanya ditandai wisata yang maju," ungkapnya.
Menurut Gus Fawait, JKCI adalah bagaimana usaha tembakau mampu menyerap banyak tenaga kerja, khususnya masyarakat desa.
"Kami berkomitmen untuk terus memberikan perlindungan bagi petani tembakau di Kabupaten Jember," papar bupati.
Tercatat, ada sebanyak puluhan ribu jaminan sosial ketenagakerjaan yang dianggarkan untuk melindungi pekerja rentan melalui Soft Launching Lingkaran Cinta (Lindungi Pekerja Rentan dengan Cinta).
Sekadar informasi, berdasar Surat Keputusan Bupati Jember tentang Daftar Penerima Bantuan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Untuk Buruh Tani Tembakau Dan Pekerja Rentan Lainnya di Kabupaten Jember Tahun 2025, sumber dana berasal dari dana DBHCHT tahun 2025 Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jember.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Jember Yuliana Harimurti menerangkan bahwa verifikasi dan validasi data telah dilaksanakan mulai Maret, April, dan Mei 2025 ke petugas desa/kelurahan se-Kab Jember.
"Jumlah penerima jamsostek Buruh Tani Tembakau dan Pekerja Rentan lainnya tahun 2025 sebanyak 40.300 jiwa," ungkapnya.