Dwikorita menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, hingga pohon tumbang.
Gangguan transportasi juga mungkin terjadi akibat cuaca ekstrem, sehingga disarankan untuk selalu memantau peringatan dini dari BMKG.
Bagi warga Jawa Timur, kondisi ini perlu diantisipasi dengan memperkuat infrastruktur drainase, menghindari daerah rawan longsor, dan menyiapkan langkah evakuasi darurat.
Petani juga disarankan menyesuaikan pola tanam mengingat tingginya kelembapan tanah yang bisa memengaruhi hasil pertanian.
BMKG terus memantau perkembangan cuaca melalui pemodelan iklim dan teknologi prediksi mutakhir.
Pembaruan informasi secara berkala dapat diakses melalui situs resmi atau aplikasi InfoBMKG.
Masyarakat diharapkan proaktif memanfaatkan layanan ini untuk mencegah risiko.
Dengan adanya fenomena kemarau basah, BMKG mengingatkan agar tidak menganggap musim kemarau tahun ini sebagai periode aman dari hujan.
Kesiapan dan kewaspadaan menjadi kunci mengurangi dampak negatif cuaca ekstrem, khususnya di daerah rawan seperti Jawa Timur.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini