SketsaNusantara.id - Berdasar data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada 2024, tercatat ada sebanyak 367 kasus leptospirosis di Indonesia.
Dari ratusan kasus itu, terdapat korban jiwa sebanyak 42 kasus.
Dilansir SketsaNusantara.id dari Kemkes.go.id, Leptospirosis merupakan suatu penyakit yang terdapat di banyak belahan dunia, dengan estimasi sekitar 1,03 juta kasus dan 58.900 kematian setiap tahun.
Baca Juga: Pedangdut Senior Hamdan ATT Meninggal Dunia, Berikut Riyawat Penyakit yang Pernah Dideritanya
Angka kematian tersebut mengindikasikan bahwa leptospirosis bisa menjadi penyakit yang sangat serius dan mematikan.
Penyakit ini umumnya muncul di wilayah tropis dan subtropis, terutama di negara-negara kepulauan yang memiliki curah hujan tinggi serta risiko banjir. Kejadian banjir dapat meningkatkan kemungkinan penularan leptospirosis karena bakteri penyebabnya.
Dalam hal ini, Leptospira, mampu bertahan dalam air banjir dan dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui luka atau membran mukosa.
Baca Juga: Dunia Musik Dangdut Berduka: Hamdan ATT Meninggal Dunia, Ini Riwayat Penyakit yang Dideritanya
Walaupun Leptospirosis dapat diobati dengan antibiotik, risiko kematian tetap ada. Khususnya, jika penanganannya terlambat atau jika kondisi penyakit sudah cukup parah.
Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengawasi gejala Leptospirosis, terutama saat musim hujan dan banjir, serta segera mendapatkan pertolongan medis jika menunjukkan tanda-tanda penyakit tersebut.
Leptospirosis tercatat paling rentan menyerang orang yang beraktivitas di area basah atau genangan air seperti pasar, sawah, terminal, selokan, dan lain-lain. Terutama jika tanpa alas kaki tertutup dan sarung tangan.
Anehnya, Leptospirosis sering dikira flu, DBD, atau tipes. Padahal, bisa menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani dengan tepat. Gejalanya terdiri atas demam tinggi, mata kuning, nyeri otot, lemas, hingga sakit kepala.
Namun, ada sejumlah cara mencegahnya. Mulai mencuci tangan dan kaki dengan sabun setelah beraktivitas, menjaga kebersihan lingkungan, memakai alas kaki dan sarung tangan saat beraktivitas di genangan air, membasmi tikus di rumah atau tempat kerja.***