Minggu, 19 Juli 2026

Apa itu Stevens Johnson Syndrome? Ini Sederet Fakta Penyakit Langka yang Dikaitkan dengan Ruam Kulit Jokowi, Ternyata Pernah Dialami Kartika Putri

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Senin, 23 Juni 2025 | 14:25 WIB
Potret perubahan kulit Jokowi yang tampak pucat dengan bercak hitam dan ruam kulit pada bagian wajah dan leher yang jadi sorotan hingga dikaitkan dengan Stevens Johnsons Syndrome (Instagram/jokowi)
Potret perubahan kulit Jokowi yang tampak pucat dengan bercak hitam dan ruam kulit pada bagian wajah dan leher yang jadi sorotan hingga dikaitkan dengan Stevens Johnsons Syndrome (Instagram/jokowi)

SketsaNusantara.id - Belakangan ini, publik dikejutkan dengan kondisi kesehatan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat merayakan ulang tahun ke-64 pada 21 Juni 2025 di Solo.

Dalam acara syukuran sederhana yang diadakan bersama warga, Jokowi tampak pucat dengan ruam dan bercak putih-hitam pada bagian wajah serta leher dan sebagian tangan sehingga menyebabkan warna kulitnya tidak merata.

Penampilan yang memprihatinkan ini memicu spekulasi bahwa Jokowi mengidap Stevens Johnson Syndrome (SJS), sebuah penyakit kulit langka yang juga pernah dialami selebriti Kartika Putri.

Baca Juga: Viral Penampilan Jokowi Terlihat Pucat, Ada Ruam Akibat Alergi dan Peradangan di Kulit usai Pulang dari Vatikan, Ajudan: Kondisinya...

Namun, ajudan Jokowi menegaskan bahwa kondisi ini hanyalah alergi kulit yang mengakibatkan peradangan, bukan SJS seperti rumor yang beredar.

Lalu, apa sebenarnya SJS itu? Apa saja gejala dan penyebab penyakit ini dan benarkah penyakit ini berakibat fatal hingga berujung kematian?

Dilansir SketsaNusantara.id dari situs Mayo Clinic dan berbagai sumber, berikut fakta-fakta menarik tentang SJS yang mengungkap mulai gejala hingga penyebab penyakit serta dampaknya bagi kesehatan.

Baca Juga: Jokowi Derita Penyakit Kulit Berbahaya? Ajudan Mantan Presiden ke 7 Bocorkan Kebenarannya

1. Penyakit Langka di Dunia

Stevens Johnsons Syndrome atau disingkap SJS merupakan kondisi kulit langka yang terjadi pada 1-6 kasus per juta orang per tahun.

Penyakit ini termasuk dalam spektrum gangguan kulit berat bersama Toxic Epidermal Necrolysis (TEN), dengan SJS sebagai bentuk yang lebih ringan (mempengaruhi kurang dari 10% permukaan tubuh).

Meski jarang ditemui, SJS bisa mengancam jiwa jika tidak ditangani dengan cepat. Kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan luas pada jaringan kulit dan pasien harus menjalani perawatan intensif karena keadaan ini tergolong darurat medis.

2. Gejala Seperti Terkena Flu dan Kelelahan

Gejala awal SJS menyerupai flu, seperti demam, sakit tenggorokan, dan kelelahan. Dalam 1-3 hari, muncul ruam merah atau ungu yang melepuh, terasa nyeri, dan menyebabkan kulit mengelupas.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Mayo Clinic

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X