news

Dedi Mulyadi Tanggapi Banjir di Puncak Bogor, Singgung Rencana Pemprov Jabar soal Perubahan Tata Ruang

Minggu, 6 Juli 2025 | 20:40 WIB
Dedi Mulyadi (KDM) menanggapi bencana banjir yang terjadi di Puncak, Bogor, dan mengajak warga untuk menjaga kelestarian alam. (Instagram/dedimulyadi71)

KDM menjelaskan bahwa perubahan tata ruang tersebut menyebabkan daerah-daerah yang seharusnya menjadi resapan air justru menjadi daerah rawan bencana banjir.

Baca Juga: Bikin Heboh! Sudjiwo Tejo Ungkap Siap Jadi Saksi Nikah Dedi Mulyadi dan Sherly Tjoanda, Warganet Ramai-Ramai Setuju

“Perubahan tata ruangnya adalah daerah-daerah yang dianggap rawan bencana yang seharusnya menjadi daerah-daerah resapan air, daerah-daerah perkebunan, tata ruangnya diubah menjadi kawasan pariwisata, kawasan pemukiman. Sehingga potensi bencana terjadi kalau tidak segera melakukan tata ruang perubahannya,” lanjutnya

Menurutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat sudah merencanakan perubahan tata ruang di Jawa Barat.

“Saya selalu berucap berkali-kali ketika menjabat, walaupun belum waktunya dilakukan perubahan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bertekad melakukan perubahan tata ruang. Karena ini cara yang harus dilakukan untuk menghindari bencana yang terus-menerus terjadi di Jawa Barat,” paparnya.

Baca Juga: Ratusan Rumah di Kendari Tergenang Banjir, Gubernur Turun Tangan dan Ungkap Rencana Penanggulangan

Selain di kawasan Puncak Bogor, perubahan tersebut juga dicanangkan akan dilakukan di kota-kota lain di Jawa Barat.

“Termasuk barangkali wilayah-wilayah Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Kabupaten Tasik, Garut, semuanya adalah daerah-daerah yang mesti dilakukan perubahan tata ruang,” sambungnya.

Melalui video yang diunggah pada 6 Juli 2025 tersebut, KDM menuturkan bahwa telah terjadi alih fungsi lahan dari mulai yang berizin maupun yang ilegal.

“Terjadi alih fungsi lahan hutan jadi perkebunan sayur, penambangan baik yang resmi maupun yang tidak berizin masif di mana-mana,” lanjut gubernur kelahiran Kabupaten Subang itu.

KDM juga mengomentari banjir yang masih sering terjadi di kawasan Jakarta yang menurutnya akar masalahnya itu ada di kawasan Puncak.

“Dan satu bulan yang lalu juga saya pernah menyampaikan bahwa Jakarta itu problem utamanya di Puncak dan di daerah Megamendung di daerah Bogor. Intinya daerah Bogor. Selesaikan Bogor, nanti Jakarta selesai. Bogor belum selesai, Jakarta tidak akan pernah selesai,” tegasnya.

Baca Juga: Hujan Berlangsung Dua Hari Berturut-Turut, Jembatan di Ledokombo Jember Rusak Diterjang Banjir

KDM mengajak seluruh warga khususnya warga Bogor untuk mengembalikan fungsi lahan menjadi daerah resapan air untuk mencegah banjir.

“Untuk itu mari bersama-sama kita kembalikan kawasan Bogor jadi kawasan yang diperbanyak daerah resapan airnya, gunung-gunungnya jangan diganggu, perkebunannya tidak boleh dialihfungsikan, nafsu untuk mengembangkan ekonomi di sana harus dikurangi dengan berpegang teguh pada prinsip-prinsip ekosistem,” tuturnya.

Halaman:

Tags

Terkini