KDM menjelaskan bahwa perubahan tata ruang tersebut menyebabkan daerah-daerah yang seharusnya menjadi resapan air justru menjadi daerah rawan bencana banjir.
“Perubahan tata ruangnya adalah daerah-daerah yang dianggap rawan bencana yang seharusnya menjadi daerah-daerah resapan air, daerah-daerah perkebunan, tata ruangnya diubah menjadi kawasan pariwisata, kawasan pemukiman. Sehingga potensi bencana terjadi kalau tidak segera melakukan tata ruang perubahannya,” lanjutnya
Menurutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat sudah merencanakan perubahan tata ruang di Jawa Barat.
“Saya selalu berucap berkali-kali ketika menjabat, walaupun belum waktunya dilakukan perubahan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bertekad melakukan perubahan tata ruang. Karena ini cara yang harus dilakukan untuk menghindari bencana yang terus-menerus terjadi di Jawa Barat,” paparnya.
Baca Juga: Ratusan Rumah di Kendari Tergenang Banjir, Gubernur Turun Tangan dan Ungkap Rencana Penanggulangan
Selain di kawasan Puncak Bogor, perubahan tersebut juga dicanangkan akan dilakukan di kota-kota lain di Jawa Barat.
“Termasuk barangkali wilayah-wilayah Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Kabupaten Tasik, Garut, semuanya adalah daerah-daerah yang mesti dilakukan perubahan tata ruang,” sambungnya.
Melalui video yang diunggah pada 6 Juli 2025 tersebut, KDM menuturkan bahwa telah terjadi alih fungsi lahan dari mulai yang berizin maupun yang ilegal.
“Terjadi alih fungsi lahan hutan jadi perkebunan sayur, penambangan baik yang resmi maupun yang tidak berizin masif di mana-mana,” lanjut gubernur kelahiran Kabupaten Subang itu.
KDM juga mengomentari banjir yang masih sering terjadi di kawasan Jakarta yang menurutnya akar masalahnya itu ada di kawasan Puncak.
“Dan satu bulan yang lalu juga saya pernah menyampaikan bahwa Jakarta itu problem utamanya di Puncak dan di daerah Megamendung di daerah Bogor. Intinya daerah Bogor. Selesaikan Bogor, nanti Jakarta selesai. Bogor belum selesai, Jakarta tidak akan pernah selesai,” tegasnya.
Baca Juga: Hujan Berlangsung Dua Hari Berturut-Turut, Jembatan di Ledokombo Jember Rusak Diterjang Banjir
KDM mengajak seluruh warga khususnya warga Bogor untuk mengembalikan fungsi lahan menjadi daerah resapan air untuk mencegah banjir.
“Untuk itu mari bersama-sama kita kembalikan kawasan Bogor jadi kawasan yang diperbanyak daerah resapan airnya, gunung-gunungnya jangan diganggu, perkebunannya tidak boleh dialihfungsikan, nafsu untuk mengembangkan ekonomi di sana harus dikurangi dengan berpegang teguh pada prinsip-prinsip ekosistem,” tuturnya.
Artikel Terkait
Waspada Modus Baru di Malang, Pengendara Motor Dihentikan Orang Tak Dikenal dengan Alasan Plat Nomor Palsu
Pendaki Alami Sesak Napas di Gunung Prau, Tim Rescue Lakukan Evakuasi Malam Hari
5 Fakta Nurmala Kartini: Adik Luhut Binsar dan Calon Dubes Jepang yang Pernah Wakili RI di 3 Negara Amerika Selatan
5 Fakta Mengejutkan di Balik Wuling Air EV Terbakar di Bandung, Ledakan di Tengah Hujan Jadi Sorotan
Viral di TikTok! Guru SD di Malaysia Kesal Murid Menulis Tugas dengan Bahasa Indonesia, Netizen: Susanti Pulang, Misimu Berhasil
Birdha Wartyana Resmi Ditetapkan Jadi Tersangka, Mantan Pacar Kini Buka Suara, Ternyata Oh Ternyata...