Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menyebut bahwa kisah Aris mencerminkan esensi program AgenBRILink: menjangkau yang tak terjangkau.
“AgenBRILink menjadi motor utama dalam mendekatkan layanan perbankan ke masyarakat. Ini bukan hanya soal transaksi, tapi soal membangun kepercayaan dan kemandirian ekonomi di akar rumput,” jelas Hendy.
Sepanjang Januari hingga Mei 2025, AgenBRILink telah mencatat 443 juta transaksi secara nasional, didukung lebih dari 1,19 juta agen yang tersebar di lebih dari 67 ribu desa.
Angka ini menunjukkan bahwa inklusi keuangan bukan lagi sekadar wacana, tetapi realitas yang hidup di warung-warung kecil seperti milik Aris.
Dari Grobogan, kisah Aris menjadi bukti bahwa akses keuangan yang inklusif dapat menjadi kunci dalam memperkuat ekonomi desa—bahkan dimulai dari kios kecil di pinggir jalan.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini