SketsaNusantara.id – Dari sebuah kios sederhana yang hanya menjual pulsa dan voucher, kini M. Aris Yuliyanto menjelma menjadi sosok inspiratif di Kecamatan Klambu, Grobogan, Jawa Tengah.
Lewat perannya sebagai AgenBRILink, Aris tak hanya memperluas akses layanan keuangan di pedesaan, tapi juga ikut menggerakkan roda ekonomi lokal, khususnya sektor pertanian.
Aris adalah pemilik “SDM Mart,” sebuah usaha ritel yang kini memiliki tiga cabang di tiga desa berbeda: Menawan, Klambu, dan Selonjari.
Semua itu berawal dari keberaniannya menerima tawaran menjadi AgenBRILink dari BRI pada saat tokonya masih tergolong kecil. Keputusan itulah yang menjadi titik balik besar dalam perjalanan usahanya.
“Awalnya hanya jual pulsa, saya kerja di minimarket sambil bertani. Istri saya yang jaga toko. Tapi kami bermimpi punya toko sendiri, dan akhirnya BRI hadir di momen yang tepat,” cerita Aris.
Dengan dukungan modal dari BRI, ia mulai membangun toko dengan sistem komputerisasi yang lebih profesional.
Saat layanan AgenBRILink mulai berjalan, dampaknya langsung terasa. Tokonya tidak hanya menjadi pusat belanja, tetapi juga tempat transaksi keuangan masyarakat sekitar.
Mulai dari tarik tunai, transfer, pembayaran tagihan, hingga layanan pembukaan rekening dan pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Sekarang pelanggan datang bukan cuma belanja, tapi juga transaksi perbankan. Kami juga dapat banyak fasilitas dari BRI untuk mendukung operasional,” ujarnya.
Menariknya, kiprah Aris tak berhenti di toko. Ia juga dikenal sebagai Ketua BRILinkers Purwodadi sekaligus Ketua Kelompok Tani di Desa Menawan.
Ia aktif membantu para petani membuka rekening, mengakses KUR, dan mengedukasi mereka tentang transaksi digital. Lewat pendekatannya, petani lokal mulai terbiasa dengan sistem pembayaran non-tunai untuk membeli pupuk atau menjual hasil panen mereka.