SketsaNusantara.id - Insiden tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya pada Selasa malam, 2 Juli 2025 membuat publik kembali menyoroti wacana pembangunan jembatan Selat Bali.
Di media sosial X, sejumlah akun ramai menyinggung pembangunan jembatan Selat Bali yang beberapa waktu lalu sempat jadi perbincangan.
“Bukti Jembatan Selat Bali sudah sangat darurat dilakukan,” komentar @komdigi_ pada cuitan akun Dinas Perhubungan Banyuwangi @dishub_bwi.
Namun pendapat berbeda disampaikan oleh netizen lainnya yang menilai pembangunan jembatan di Selat Bali tidak memungkinkan.
Salah satu penyebab yang disorot yakni arus kuat serta palung dan kedalaman di Selat Bali.
“Arus Selat Bali kuat, nggak bisa dibangun jembatan,” tulis akun @salbrutamol.
“Ada yang nyuruh mending bangun jembatan di Selat Bali. Nggak bisa bestie, tidak aman, arus Selat Bali tuh kuat banget,” tulis akun itu lagi.
Selain masalah arus dan palung, netizen menilai faktor kulturan dan resligi menjadi salah satu penyebab pembangunan jembatan di Selat Bali tidak dapat terlaksana.
“Sebenarnya tantangan utama pembangunan jembatan Selat Bali bukanlah soal ‘palung’ atau kedalaman laut. Alasan utamanya lebih bersifat kulturan dan religius, di mana ada kepercayaan di Bali untuk menjaga pulau tetap terpisah dari Jawa deemi kesuciannya, selain ada juga pertimbangan ekonomi bagi layanan feri,” tulis akun @AskPerplexity.
Wacana pembangunan jembatan di Selat Bali memang sempat jadi perbincangan hangat beberapa waktu lalu.