news

Kredit Mikro Diramal Bangkit Semester II, Rekomendasi BUY Saham BBRI Kembali Menguat di Tengah Dinamika Ekonomi

Rabu, 2 Juli 2025 | 20:58 WIB
Rekomendasi BUY untuk BBRI masih kuat. (Dok. BRI)

SketsaNusantara.id - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali menjadi sorotan pelaku pasar, setelah Trimegah Sekuritas Indonesia mempertahankan rekomendasi BUY untuk saham bank pelat merah ini.

Meskipun target harga disesuaikan turun dari Rp6.400 menjadi Rp5.400 per saham, prospek jangka menengah tetap dinilai menarik, terutama karena potensi pemulihan kredit mikro yang mulai terasa pada paruh kedua 2025.

Revisi target ini memang merefleksikan kekhawatiran pasar terhadap kualitas aset. Namun demikian, dukungan program pemerintah terhadap sektor UMKM dan masyarakat berpenghasilan rendah menjadi katalis utama yang diyakini akan memperkuat kembali performa BBRI dalam waktu dekat.

Baca Juga: Awalnya Hanya 25 Peternak, Kini 300 Lebih: Kisah Klaster Susu Ponorogo Bangkit Lewat Dukungan BRI dan Produksi 10 Ton Susu per Hari

“Kami mempertahankan rekomendasi BUY untuk BBRI dengan target harga Rp5.400, mencerminkan kekhawatiran terhadap kualitas aset meski ada dukungan dari program pemerintah untuk revitalisasi UMKM,” tulis analis Trimegah, Jonathan Gunawan, dalam laporannya, Rabu 2 Juli 2025.

Program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah juga diyakini akan memberikan efek berantai pada perekonomian sektor bawah.

Dengan target penerima MBG yang melonjak dari 6 juta pada Mei 2025 menjadi hampir 83 juta pada November 2025, perputaran likuiditas diyakini akan menyentuh lapisan masyarakat paling luas, termasuk pelaku usaha kecil.

Baca Juga: BRI Sabet 15 Penghargaan Internasional di FinanceAsia 2025, Bukti Ketangguhan Bank Rakyat hingga Kancah Global

“Kami memperkirakan transfer likuiditas ke pasar massal akan mulai terlihat pada paruh kedua 2025, didorong oleh skala besar program pemerintah seperti Program Makan Gratis,” ujar Jonathan.

Diperkirakan, program MBG saja bisa menyuntikkan dana hingga Rp342 triliun ke sektor ekonomi, atau hampir 23% dari total pembiayaan UMKM nasional pada April 2025. Efek dominonya dapat mendorong pertumbuhan simpanan UMKM yang selama ini tertinggal dibanding sektor korporasi.

Baca Juga: Di Tengah Proses Hukum KPK, BRI Tegaskan Transformasi Tetap Jalan dan Layanan Nasabah Tak Terganggu

“Jika share simpanan UMKM mulai tumbuh akibat transfer fiskal ini, hal tersebut bisa menjadi katalis struktural bagi momentum pembiayaan mikro BBRI ke depan,” tegas Jonathan.

Walau pada kuartal pertama 2025 BBRI lebih banyak mengucurkan kredit ke sektor korporasi dan menengah, tren ini diperkirakan akan berubah. Pemulihan sektor mikro diyakini akan menguat seiring perbaikan kualitas pinjaman dan peningkatan penyaluran dana pemerintah melalui berbagai program strategis.

“Kami memperkirakan pemulihan kredit mikro di semester II akan didukung oleh peningkatan penyaluran program pemerintah dan perbaikan kualitas pinjaman,” jelasnya.

Halaman:

Tags

Terkini