SketsaNusantara.id - Jenazah Juliana Marins (26), pendaki asal Brasil yang meninggal dunia saat mendaki Gunung Rinjani, Lombok, Indonesia, telah dipulangkan ke negara asalnya Brasil.
Pesawat yang membawa jenasah Juliana Marins tiba di Sao Paulo Brasil pada Selasa, 1 Juli 2025 kemarin.
Setelah sampai di Brasil, keluarga Marins rupanya secara resmi telah mengajukan permohonan untuk dilakukannya autopsi ulang terhadap jenazah Juliana dan telah disetujui oleh otoritas setempat.
Keputusan ini diambil berdasarkan beberapa pertimbangan dan keinginan keluarga untuk memastikan secara detail penyebab pasti kematian Juliana, meskipun hasil autopsi awal di Indonesia telah dikeluarkan.
"Kami ingin tahu benar apa yang terjadi pada Juliana," ujar Mariana Marins, saudara kandung Juliana Marins terkait alasan keluarga untuk autopsi ulang.
"Ada banyak hal yang belum jelas dan sejak awal kami merasa diabaikan," imbuhnya dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube KOMPASTV.
Baca Juga: Hanya Bawa Rp10 Ribu, Inilah Perjalanan Agam Rinjani Jadi Tour Operator Legendaris di Gunung Rinjani
Sebab merasa autopsi di Indonesia dianggap tak banyak menjawab pertanyaan mereka, bahkan mengaku diabaikan, maka autopsi kedua ini dijadwalkan dilakukan setidaknya setelah 6 jam sampai di Brasil.
Keluarga Marins berharap autopsi ulang ini dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif dan menjawab setiap pertanyaan yang masih mengganjal terkait insiden tragis di Gunung Rinjani.
Sebelumnya jenasah Juliana Marins telah diautopsi pertama oleh tim forensik di Bali Indonesia setelah jasad Juliana di evakuasi dari jurang Rinjani sedalam 600 meter.
Baca Juga: Ternyata ini yang Ditemukan Agam Rinjani saat Evakuasi Juliana Marins, Kisahnya Bikin Merinding!
Hasil autopsi pertama menyatakan bahwa Juliana meninggal akibat luka dalam dan fraktur diberbagai bagian tubuh tanpa ada tanda-tanda hipotermia.