SketsaNusantara.id - Pemuda asal Makassar bernama Agam Rinjani, yang dikenal aksi heroiknya, memiliki nama asli Abdul Haris Agam dan merupakan lulusan jurusan Antropologi.
Dilansir dari channel YouTube Deddy Corbuzier, perjalanannya menjadi seorang tour operator Gunung Rinjani dimulai ketika ia pertama kali mendaki pada 2011 saat masih kuliah semester 3.
Pengalaman itu meninggalkan kesan mendalam, hingga setelah lulus tahun 2016, ia diajak mendampingi juniornya kembali ke Rinjani.
Baca Juga: Ternyata ini yang Ditemukan Agam Rinjani saat Evakuasi Juliana Marins, Kisahnya Bikin Merinding!
Salah satu momen yang mengubah hidupnya terjadi ketika insiden tewasnya seorang pendaki asal Palembang tanpa ada tim evakuasi.
Dengan inisiatif tinggi, Agam dan sembilan orang lainnya memikul jenazah tersebut hingga ke shelter. Namun, karena tim SAR tak kunjung datang, mereka terpaksa membawa jenazah itu pulang.
Setelah kejadian itu, Agam memutuskan untuk menetap di Bali hanya dengan uang Rp10 ribu.
Baca Juga: Bukan Jatuh atau Tersesat, Agam Rinjani Ungkap Penyebab Paling Mematikan di Gunung Rinjani
Di sana, ia bertemu senior dari Universitas Udayana yang meminjamkannya uang Rp50 ribu dan motor untuk mendaki Gunung Agung.
Ia pun memposting pengalamannya di Facebook, yang menarik minat teman-temannya untuk mendaki bersamanya.
Dari sini, Agam mulai mendapat bayaran pertamanya sebesar Rp600 ribu, yang ia gunakan untuk mentraktir teman, membeli peralatan pendakian, dan beras.
Merasa kurang cocok di Bali, Agam memilih pindah ke Lombok karena banyak masjid yang memudahkannya beristirahat.
Dengan menumpang truk, ia tiba di Lombok dan tinggal di pesisir Pantai Senggigi dengan tenda, mengandalkan memancing untuk bertahan hidup.