Selama di sana, ia mengobservasi kehidupan nelayan setempat dan membantu memperbaiki alat tangkap.
Ia bahkan mengadakan FGD (Focus Group Discussion) untuk mewawancarai masyarakat, yang hasilnya dikirimkan ke seniornya di dinas kelautan dan berhasil dibantu.
Agam kemudian pindah ke Sembalun, daerah kaki Gunung Rinjani. Berkat aksi heroiknya menyelamatkan pendaki asal Palembang tahun 2016, ia dikenal baik oleh warga dan diberi tempat tinggal serta makanan.
Ia memulai karier sebagai porter selama empat tahun dan sempat membuka usaha es krim, namun terpaksa tutup karena pandemi.
Kini, Agam telah menjadi guide profesional yang mengelola pendakian di Gunung Rinjani. Ia tak hanya memandu tamu, tetapi juga turut mengatur manajemen sampah dan kelestarian alam.
Perjalanan hidupnya yang penuh perjuangan membuktikan bahwa dedikasi dan kerja keras bisa mengubah seseorang dari porter menjadi pemandu andal di salah satu gunung terindah di Indonesia.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini
Artikel Terkait
Kronologi Detik-Detik Juliana Marins Jatuh di Rinjani, Ali Mustofa Pemandu Gunung Ungkapkan Fakta yang Sebenarnya
Bikin Nangis ! ini Pesan Menyentuh Ayah Juliana Marins Pendaki Brasil Yang Meninggal di Rinjani: Cantikku, Kita Akan Bertemu Lagi...
Tak Hanya WNA Brasil, Inilah Jejak Agam Rinjani Selama Menjalankan Evakuasi Korban Jatuh di Gunung Rinjani
Terima Donasi hingga Rp 1,3 Miliar dari Netizen Brasil Usai Berhasil Evakuasi Juliana Marins, Agam Rinjani Justru Diprotes Sesama Tim SAR, Ada Apa ?
Selamat dari Jurang Rinjani pada 2024, Paul Farrell Sebut Indonesia Negara Miskin, Netizen: Gak Tahu Diri!
Update Kasus Meninggalnya Juliana Marins di Rinjani, Polisi Periksa Sejumlah Pihak Termasuk Guide Gunung