Jauh sebelum bersinar di Vietnam, Dimas telah dikenal lewat penampilannya dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh–Sumut 2024.
Ia membawa pulang satu emas dan satu perak untuk kontingen Jawa Timur. Medali emas diraih dari nomor Muay Boran Putra, sedangkan perak didapat dari nomor Muay Aerobic Putra setelah hanya terpaut skor tipis dari tim tuan rumah Aceh.
Persiapannya menuju PON berlangsung selama 1,5 tahun dan dilengkapi dengan pelatihan intensif di Thailand, tempat lahirnya olahraga Muaythai.
Ia berlatih hingga delapan jam setiap hari selama satu bulan penuh demi memperkuat teknik dan stamina.
Dari Desa Menuju Dunia: Inspirasi dari Tambakrejo
Dimas adalah contoh nyata bahwa dengan kerja keras, dukungan komunitas, dan pembinaan berkelanjutan, atlet dari desa pun bisa mengukir prestasi internasional.
Prestasi ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi pemuda-pemudi daerah lain, serta mendorong pemerintah daerah untuk memberikan perhatian serius pada pengembangan olahraga seperti Muaythai.
Gerobak yang sederhana itu kini menjadi ikon kemenangan yang dikenang. Kepulangan Dimas Lukito Wardhana membawa harapan baru, semangat juang, dan kebanggaan bagi seluruh warga Desa Tambakrejo.
Dari jalanan desa yang berdebu hingga panggung Asia, kisah Dimas adalah inspirasi bahwa mimpi besar bisa lahir dari tempat yang kecil.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!