SketsaNusantara.id - Seorang anggota TNI angkatan laut dilaporkan menjadi korban pengeroyokan sejumlah orang di kawasan Terminal Arjosari, Kota Malang.
Peristiwa ini terjadi pada Kamis malam, 26 Juni 2026, mengakibatkan anggota TNI tersebut hingga berdarah di kepala.
Hal itu kemudian dikonfirmasi oleh Kepala Terminal Arjosari Mega Perwira terkait kejadian pengeroyokan.
Mega Perwira mengiyakan bahwa telah terjadi pengeroyokan, dimana korban dari TNI sempat cekcok dengan pelaku hingga terjadi pengeroyokan tersebut.
Kasus tersebut saat ini sedang ditangani oleh Polresta Kota Malang dan Polresta Divisi Militer Angkatan Laut.
"Kejadian berlangsung cepat, korban (TNI) ini dikeroyok oleh kurang lebih 5-6 orang," tegas Mega Perwira dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube KOMPASTV.
Baca Juga: Rutinan Shalawat JASNU Iringi Peresmian Masjid Nurul Huda
"Ini info sementara ya, terus dikeroyok beberapa kru (bis) yang lain berusaha melerai tapi enggak bisa," imbuhnya.
"Ini karena pelaku bringas, bahasanya gitu ya dan korban adalah anggota aktif TNI," imbuhnya lagi.
Sementara itu dari pihak Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) TNI, Laksma Tunggul menyebutkan bahwa saat ini korban masih dirawat di RS Syaiful Anwar Malang.
"Saat ini korban masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Syaiful Anwar Malang," tehas Laksma Tunggul.
"Untuk jenis luka masih dalam penanganan dan kami belum bisa menyampaikan disini," imbuhnya.
Terkait penyebab keroyokan Laksma Tunggul menyebutkan jika korban bertugas di Surabaya sedangkan rumahnya ada di Malang dengan pangkat Letnan dua.