SketsaNusantara.id – Melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor UMKM.
Hingga Mei 2025, nilai KUR yang telah disalurkan oleh BRI mencapai Rp69,8 triliun dan diberikan kepada sekitar 8,3 juta debitur di seluruh Indonesia.
Penyaluran tersebut setara dengan 39,89 persen dari total target tahunan pemerintah yakni sebesar Rp175 triliun.
Sebagian besar dana KUR tersebut disalurkan ke sektor-sektor produksi, seperti pertanian, industri pengolahan dan perikanan.
Pertanian pun menjadi sektor penerima terbesar dari total penyaluran KUR yang dilakukan BRI dengan nilai Rp30,63 triliun atau setara 43,88 persen dari total KUR BRI.
Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menguatkan sektor-sektor strategis demi mendukung ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif.
Baca Juga: Jelang 1 Muharram 1447 H, BRI Pastikan Layanan Perbankan Tetap Aktif Lewat Digital dan Agen
BRI sebagai bank penyalur KUR terbesar di Indonesia telah mencatatkan total penyaluran KUR sebesar Rp1.327 triliun.
Jumlah tersebut diberikan kepada 44,26 juta debitur sejak 2015 hingga Mei 2025.
Heery Gunardi, Direktur Utama BRI, menegaskan bahwa BRI terus mendorong pemberdayaan UMKM agar mereka bisa tumbuh dan naik kelas.
"BRI terus memperkuat perannya sebagai bank yang pro-rakyat dengan tetap fokus menumbuhkembangkan dan memberdayakan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Indonesia, sebagai upaya nyata dalam mendukung pertumbuhan dan ketahanan ekonomi nasional," ungkapnya.
KUR juga diharapkan memiliki nilai lebih dari sekadar pembiayaan, yakni sebagai program yang dapat memberikan multiplier effect atau dampak berganda bagi masyarakat.