news

Iran Bantah Sepakat Damai, Ultimatum Pukul 4 Pagi kepada Zionis Israel

Selasa, 24 Juni 2025 | 11:09 WIB
Iran membantah adanya gencatan senjata dengan Zionis Israel. Donald Trum (kiri) dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi (kanan). (Kolase X/araghchi/Instagram/realdonaldtrump)

SketsaNusantara.id - Meski Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan percaya diri menyatakan telah menengahi perdamaian antara Zionis srael dan Iran, kenyataan di lapangan menunjukkan sebaliknya.

Gempuran rudal masih terjadi, dan diplomasi tampak tak mampu meredam tensi yang sudah meledak sejak beberapa pekan terakhir.

Klaim gencatan senjata Trump seolah hanya menjadi catatan di dunia maya. Iran dan Israel yang telah lama bersitegang, justru kian aktif melancarkan serangan.

Baca Juga: 5 Fakta Terkait Tugas Dinas Verrell Bramasta ke Iran, Putra Venna Melinda Ternyata Hadiri Forum Internasional Membela Palestina Pakai Dana Pribadi

Bahkan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut tidak pernah ada kesepakatan damai apa pun antara negaranya dan Israel.

Teheran memang memberikan satu celah bagi perdamaian, Iran akan menghentikan serangan, jika dan hanya jika Israel menghentikan agresi ilegalnya paling lambat pukul 4.00 pagi waktu setempat.

“Iran tidak menyetujui apa pun tetapi jika Israel ingin menghentikan agresi mereka, Iran juga akan berhenti menembak,” ujar Araghchi, dikutip dari Al Jazeera, Selasa 24 Juni 2025.

Baca Juga: Gencatan Senjata Iran-Israel Diumumkan Trump, Tapi Tak Ada Konfirmasi Resmi dari Kedua Pihak

Namun pernyataan tersebut tampaknya diabaikan oleh Israel. Negara tersebut terus menggempur wilayah Iran, bahkan setelah pengumuman damai yang disampaikan Trump.

Menurut pejabat Israel yang enggan disebut namanya, masih banyak target yang belum diselesaikan, terutama terkait fasilitas nuklir milik Teheran.

Ini merupakan serangan rudal ke-25 yang dilancarkan Iran ke Israel. Lebih penting lagi, ini adalah serangan pertama yang terjadi setelah klaim gencatan senjata dari pihak AS.

Baca Juga: Bikin Khawatir, Verrell Bramasta Dikabarkan Terjebak di Daerah Konflik saat Ditugaskan ke Iran, Begini Kondisi Putra Venna Melinda

Trump, dalam unggahan di platform Truth Social, menyatakan bahwa kedua pihak telah menyatakan keinginan damai kepadanya secara bersamaan.

"Israel dan Iran mendatangi saya, hampir bersamaan, dan berkata,'Damai!' Saya tahu waktunya adalah sekarang. Dunia, dan Timur Tengah, adalah pemenang yang sesungguhnya!" tulis Trump.

Halaman:

Tags

Terkini