Dalam video animasi yang diunggah di akun Instagram @sisiterang.official, menjelaskan bagaimana keterlibatan Korea Utara, serangan balik AS, hingga provokasi China bisa memicu konflik global.
"Ketegangan bisa terjadi jika negara Korea Utara misalnya, ikut terlibat dan memperburuk situasi dengan menembakkan rudal ICBM ke Jepang. Hal ini memicu AS dengan melakukan serangan balasan yang menghancurkan fasilitas nuklir Korea Utara," begitulah narasi dalam video berdurasi 2 menit yang diunggah pada hari Minggu, 22 Juni 2025.
"Tindakan ini dianggap provokatif oleh Tiongkok (China), yang kemudian terlibat dalam konflik global. China menganggap AS sebagai provokator perang dan jika hal ini terjadi maka dari sinilah perang dunia dimulai," imbuhnya.
Di Eropa, Rusia digambarkan akan memperluas invasi ke Polandia dan memicu NATO bertindak. Perang bisa meluas ke Samudra Antartika hingga kawasan Asia-Pasifik, melibatkan India, Pakistan, Taiwan, Australia, Jepang, dan Filipina.
Di tengah ketegangan dunia, Indonesia disebut-sebut sebagai salah satu negara teraman jika Perang Dunia III (PD 3) pecah.
Dilansir SketsaNusantara.id dari situs Daily Mail, disebutkan Indonesia masuk daftar negara aman di dunia jika terjadi Perang Dunia III, bersama negara-negara lain sperti Greenland, Bhutan, Switzweland, Pulau Fiji, Islandia hingga Argentina dan Afrika Selatan.
Indonesia disebut-sebut jadi salah satu negara teraman jika PD 3 pecah karena memiliki beberapa faktor yang mendukung, termasuk kebijakan luar negeri bebas aktif yang bersifat netral, serta lokasi geografis strategis, dan kekayaan sumber daya alamnya.
"Indonesia menjadi negara teraman karena sikapnya yang netral terhadap isu-isu politik di seluruh dunia. Presiden pertama di negara ini menciptakan istilah 'bebas aktif' merujuk pada kebijakan luar negeri mereka," tulis Daily Mail dalam artikel yang diunggah 19 September 2024 lalu.
"Kebijakan luar negeri ini menjadi fakta bahwa mereka bertindak secara independen dalam urusan internasional, dan paling peduli dengan terciptanya perdamaian dunia," imbuhnya.
Sebagai negara kepulauan dengan memiliki lebih dari 17.000 pulau, Indonesia memiliki penghalang alami yang menyulitkan invasi militer.
Lahan subur dan ketersediaan air bersih yang melimpah memungkinkan swasembada pangan, krusial saat rantai pasok global terganggu.
Kebijakan netral Indonesia juga menjauhkannya dari keterlibatan langsung dalam konflik geopolitik, menjadikannya tempat yang perlindungan potensial di tengah krisis global.