SketsaNusantara.id - Pendaratan darurat pesawat Saudi Airlines di Bandara Kuala Namu yang membawa jemaah haji kini memasuki babak baru.
Pendaratan darurat karena email ancaman bom tersebut merupakan insiden kedua yang menimpa Saudi Airlines.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kini mengungkapkan perkembangan pengusutan ancaman, dimana kini Polri tengah berkoordinasi dengan Biro Investigasi Federal (FBI).
Polri dalam hal ini lewat Densus 88 masih terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui identitas email yang berisi ancaman bom pada pesawat Saudi Air dengan penerbangan SV 5276 yang membawa rombongan Indonesia.
Dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube KOMPASTV, Kapolri Listyo Sigit menyebutkan bahwa dari email yang dikirimkan peneror terdapat keanehan.
"Saat ini kita sedang berkoordinasi dengan FBI untuk meneliti email yang ada," tegas Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.
"Sementara kita dapati email yang dikirim tidak sesuai dengan nama yang dimaksud," imbuhnya.
"Ada di Arab Saudi," tegasnya lagi terkait asal email.
Menurut Listyo Sigit, berdasarkan penyelidikan awal, email yang masuk disebut tak sesuai dengan nama pemilik email yang sebenarnya.
Rupanya setelah ditelusuri lebih dalam, email tersebut terdeteksi berasal dari arab Saudi.
Untuk itu saat ini Polri bekerjasama dengan FBI tengah selidiki identitas pemilik dan keberadaan email masih terus diselidiki.
Sebelumnya, pesawat Saudi Airlines dengan nomor penerbangan SV5688 telah melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Sabtu, 21 Juni 2025 setelah menerima ancaman bom melalui email.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!