SketsaNusantara.id - Ratna Galih ceritakan perjuangan mengikuti Global March to Gaza bersama 7 WNI lainnya yang berakhir harus kembali ke tanah air.
Melalui unggahan yang ditulis di media sosial, Ratna Galih memberikan penjelasan terkait aksinya mengikuti misi kemanusiaan ini.
Dia menceritakan mengikuti Global March to Gaza secara spontan dan pendaftaran perwakilan resmi telah ditutup seperti yang dikutip oleh SketsaNusantara.id.
Baca Juga: Jawa Timur dalam Cengkeraman Krisis Ekologis, Dari Luka Alam ke Agenda Perubahan
Namun sebelum sebelum berangkat, beberapa orang yang mengikuti aksi kemanusiaan tersebut sudah berkomunikasi secara resmi dengan pihak KBRI melalui surat.
Selain itu, mereka juga menghubungi pihak Kementerian Agama, Kementerian Luar Negeri, dan lain sebagainya.
Para relawan dari Indonesia tersebut terus berkomunikasi dengan berbagai pihak selama berada di Mesir.
Dalam keterangan yang diberikan, Ratna Galih membantah bahwa aksi Global March dibayar dan disusupi oleh pihak yang ingin memecah pembenaran secara politik.
Dia mengungkapkan bahwa perjalanan yang dilakukan bersama relawan tersebut sebagai aksi kemanusiaan kepada rakyat Gaza dengan menggunakan dana sendiri.
Ia juga membantah bahwa aksi tersebut dapat memicu konflik antara Israel dan juga Mesir.
“Tentang banyaknya narasi bohong di luar sana ya yang bilang kalau ikutan Global March itu dibayar atau memang sudah disusupi untuk memecah pembenaran secara politik dan terjadilah perang antara Israel dan Mesir, no salah,” ujar Ratna Galih.
Dia mengungkapkan bahwa relawan datang menggunakan fasilitas dan biaya sendiri.