SketsaNusantara.id - Presiden Iran Masoud Pezeshkian tiba-tiba menjadi sorotan dunia internasional. Bukan hanya karena ia memimpin Iran di tengah panasnya konflik melawan Zionis Israel, tetapi juga karena ia mengundang Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, untuk berkunjung ke Teheran.
Undangan ini disampaikan langsung oleh Duta Besar Iran untuk RI, Mohammad Boroujerdi, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 18 Juni 2025.
"Melalui kesempatan ini saya menyampaikan undangan kembali kepada Yang Mulia Presiden Prabowo untuk kunjungi Iran," ujar Boroujerdi.
Lalu, siapa sebenarnya Masoud Pezeshkian?
Dirangkum SketsaNusantara.id dari sejumlah sumber, berikut 7 fakta menarik tentang presiden Iran ke-9 yang tidak hanya dikenal sebagai pemimpin, tapi juga sosok multidimensi yang unik.
1. Seorang Dokter Jantung yang Pernah Terjun di Medan Perang
Pezeshkian bukanlah politikus karbitan. Ia memulai karier sebagai dokter dan mengabdi di garis depan saat Perang Iran–Irak (1980–1988). Ia dikenal sering turun langsung mengirim tim medis ke medan pertempuran.
Setelah perang, ia menyelesaikan spesialisasi bedah umum dan kemudian menjadi ahli bedah jantung. Pada 1994–1999, ia menjabat Presiden Universitas Ilmu Kedokteran Tabriz.
2. Tokoh Reformis yang Pernah Gagal Maju Capres 2 Kali
Meski kini menjabat Presiden, Pezeshkian pernah dua kali gagal mencalonkan diri: ia mundur di Pilpres 2013 dan ditolak oleh otoritas pemilu di Pilpres 2021.
Baru pada 2024, ia menang melawan calon konservatif Saeed Jalili, membawa harapan reformis di tengah krisis domestik dan eksternal Iran.
3. Pendukung Garis Keras IRGC dan Anti-Blok AS