news

Iran Ajak Prabowo ke Teheran saat Diserang Zionis Israel, Indonesia Dinilai Bisa Jadi Penetral Dunia Internasional

Rabu, 18 Juni 2025 | 11:25 WIB
Presiden Iran Dr. Masoud Pezeshkian mengundang Prabowo datang ke negaranya. (Instagram/drpezeshkian_ir)

SketsaNusantara.id - Ketika dunia menyoroti konflik berdarah antara Iran dan Zionis Israel yang makin memanas, satu kejutan diplomatik muncul dari Teheran.

Presiden Republik Islam Iran, Masoud Pezeshkian, menyampaikan undangan langsung kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk berkunjung ke Iran.

Undangan itu disampaikan oleh Duta Besar Iran untuk RI, Mohammad Boroujerdi, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 18 Juni 2025.

Baca Juga: 386 WNI Terjebak di Iran saat Serangan Teroris Zionis Israel Meningkat, Pemerintah RI Siapkan Rencana Evakuasi Diam-Diam

Yang menarik, undangan ini muncul di tengah eskalasi konflik Timur Tengah yang berisiko meluas.

Dalam suasana seperti ini, ajakan terhadap Prabowo bukanlah hal biasa. Boroujerdi menyebut Prabowo sebagai sosok penting dalam percaturan diplomasi internasional saat ini.

"Melalui kesempatan ini saya menyampaikan undangan kembali kepada Yang Mulia Presiden Prabowo untuk kunjungi Iran," ujar Boroujerdi.

Baca Juga: Berapa Jumlah WNI di Iran dan Israel? Ini Kondisi Mereka saat Serangan Zionis dan Bandara Tel Aviv Ditutup

Menurut Boroujerdi, Iran melihat Prabowo sebagai tokoh yang memiliki pengaruh diplomatik yang luas.

Ia menilai Presiden Indonesia itu aktif menjalin komunikasi lintas negara tanpa terikat blok militer mana pun. Dalam pandangan Iran, hal ini sangat penting untuk menyikapi konflik yang sarat kepentingan geopolitik seperti perang Iran-Israel.

Boroujerdi menegaskan bahwa undangan tersebut datang langsung dari Presiden Pezeshkian.

Baca Juga: Ancaman Radiasi Nuklir dan Korban Massal: Konflik Iran-Zionis Israel Masuki Titik Paling Gawat

Menurutnya, Indonesia berada dalam posisi strategis karena mengusung politik luar negeri bebas dan aktif, yang menjadikan perannya lebih netral dalam dinamika internasional.

"Terkait kepentingan Indonesia, beliau mengunjungi, berkomunikasi dan berinteraksi dengan berbagai negara di dunia. Kami telah mengundang beliau berkunjung ke Iran," imbuh Boroujerdi.

Halaman:

Tags

Terkini