news

Investasi Besar Rp13 Triliun, Danantara dan INA Dukung Chandra Asri Bangun Pabrik Kimia untuk Kurangi Impor dan Genjot Ekspor

Selasa, 17 Juni 2025 | 19:39 WIB
Pabrik Kimia CA-EDC resmi masuk PSN, Danantara dan INA dukung Chandra Asri perkuat industri nasional dan kurangi Impor (Dok. Sekneg )

SketsaNusantara.id – Lembaga investasi negara yang baru terbentuk, Danantara Indonesia, langsung tancap gas dengan menggandeng dua pemain besar, PT Chandra Asri Pacific Tbk dan Indonesia Investment Authority (INA).

Kolaborasi ini diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman pembangunan pabrik kimia senilai Rp13 triliun pada Senin, 16 Juni 2025.

Pabrik yang akan dibangun merupakan fasilitas Chlor Alkali, Ethylene Dichloride (CA-EDC), dan akan dikelola oleh anak usaha Chandra Asri, yakni PT Chandra Asri Alkali (CAA).

Baca Juga: Target 2029, Sampah Harus Tuntas: Prabowo Siapkan Strategi Nasional Waste to Energy Libatkan Danantara

Fasilitas ini dirancang memproduksi 400.000 ton soda kaustik dan 500.000 ton ethylene dichloride per tahun, dua bahan vital yang menjadi tulang punggung banyak industri strategis, mulai dari pengolahan air bersih hingga pemrosesan nikel.

Bagi Danantara, ini adalah langkah konkret perdana sejak resmi dibentuk berdasarkan UU No. 1 Tahun 2025. Lembaga ini memegang mandat untuk mengelola dan mengembangkan aset strategis milik negara dan BUMN secara produktif dan berkelanjutan.

Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara, menyampaikan bahwa proyek ini menjadi penanda penting dalam mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku industri dasar.

Baca Juga: GBK Resmi Diambil Alih Danantara, Rosan Roeslani Beberkan PR Besar dan Misi Jadikan Ikon Jakarta

“Investasi ini akan memperkuat ketahanan ekonomi nasional, terutama dalam menjaga pasokan bahan baku strategis,” ujarnya, Selasa 17 Juni 2025.

Sementara itu, CEO INA, Ridha Wirakusumah, menilai kerja sama ini sebagai bentuk nyata komitmen institusional untuk memperkuat fondasi industri nasional.

"Dengan sinergi antara investor jangka panjang dan pelaku industri, kita bisa membangun ekosistem yang berdaya saing dan tahan banting secara global," ungkapnya.

Baca Juga: Rosan Roeslani Umumkan Danantara Pegang Rp16.476 Triliun, GBK Akan Dikelola, Evaluasi Direksi BUMN Dimulai

Proyek ini juga telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) dan ditargetkan mampu memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen per tahun.

Selain potensi ekspor senilai Rp5 triliun per tahun, proyek ini juga diprediksi bisa menghemat impor hingga Rp4,9 triliun berkat ketersediaan bahan baku lokal.

Halaman:

Tags

Terkini