SketsaNusantara.id - Ketegangan antara Iran dan Zionis Israel kembali memuncak dan kali ini menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Namun yang membuat dunia benar-benar khawatir bukan hanya jumlah korban, tapi juga hancurnya fasilitas nuklir strategis milik Iran.
Tak heran jika kekhawatiran akan ancaman radiasi mulai mencuat, di tengah gejolak yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Situasi kian genting setelah Amerika Serikat, sekutu utama Israel, secara terbuka mengambil sikap.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Iran tak akan mampu memenangkan konflik ini, dan menyerukan agar segera dilakukan perundingan ulang.
Data dari otoritas medis Iran menyebutkan 224 orang tewas dan lebih dari 1.200 terluka akibat konflik terbaru ini. Di pihak Israel, 24 orang dilaporkan tewas dan 592 lainnya terluka.
Meskipun korban dari pihak Iran jauh lebih besar, Israel tetap melancarkan serangan balasan yang disebut sebagai upaya untuk menggagalkan ancaman eksistensial dari program nuklir dan rudal Iran.
Serangan-serangan tersebut, menurut pihak Israel, bukan sekadar aksi balasan, melainkan serangan strategis.
Salah satu titik paling mengkhawatirkan dari konflik ini adalah situs pengayaan uranium di Natanz, Iran, yang dilaporkan mengalami kerusakan parah.
Baca Juga: Iran Hantam Zionis Israel dengan Rudal: Ini 5 Fakta Penting yang Bikin Dunia Ketar-ketir
Rafael Grossi, Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyebut bahwa komponen utama di atas tanah fasilitas tersebut telah hancur, meski bagian bawah tanahnya belum terkena dampak langsung.
“Dan tingkat radiasi di luar pabrik pada tingkat normal,” imbuh Grossi seperti dikutip dari NY Post.