Namun demikian, Grossi juga memperingatkan bahwa “keselamatan dari ancaman nuklir sedang dikompromikan atas konflik (Iran melawan Israel) tersebut.”
Konflik ini meledak bersamaan dengan batalnya negosiasi nuklir antara Teheran dan Washington yang sedianya berlangsung pada Minggu.
Padahal, sebelumnya Iran dan AS tengah berada di meja perundingan untuk membahas pengendalian program nuklir Iran yang kembali menuai kecurigaan dari Barat.
Pembatalan perundingan ini menjadi titik balik yang mempercepat eskalasi militer. Perang yang semula bersifat tekanan diplomatik kini berubah menjadi aksi militer terbuka.
Menyikapi perang ini, Presiden AS Donald Trump bersuara keras. Ia menyerukan agar Iran kembali ke meja perundingan.
"Menurut saya Iran tidak memenangkan perang ini, dan mereka harus berbicara, dan mereka harus berbicara segera, sebelum terlambat," tegas Trump saat akan menghadiri KTT G7 di Kanada.
Trump juga mengatakan bahwa “mereka harus membuat kesepakatan, dan itu menyakitkan bagi kedua belah pihak.” Pernyataan ini memperlihatkan bahwa bahkan sekutu Israel pun mulai khawatir dengan dampak konflik terhadap stabilitas kawasan dan potensi bencana nuklir.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa tujuan utama serangan negaranya adalah untuk mencegah ancaman eksistensial dari Iran.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
6 Fakta Ahmed Al Kaf, Wasit Laga Indonesia vs Bahrain yang Panen Hujatan Netizen: Pernah Dilaporkan Klub Iran ke AFC hingga Dijuluki Ini
Kompak, Coach Justin dan Bung Towel Bela Indra Sjafri yang Banjir Kritikan Usai Indonesia Kalah Telak 3-0 dari Iran di Piala Asia: Netizen Lebay!
Iran Lakukan Serangan Balasan ke Israel, Puluhan Orang Dikabarkan Terluka
Zionis Israel Menyerang Iran, Ini 7 Langkah Penting dari KBRI Tehran untuk WNI Hindari Ancaman Konflik
Konflik Iran-Israel Masih Terus Memanas, Fasilitas Penting dan Infrastruktur Strategis Jadi Target Serangan