SketsaNusantara.id - Hasil penyelesaian seluruh aduan yang masuk ke saluran Wadul Gus'e cukup baik. Sebab, dari sebanyak 3.252 aduan, Pemkab Jember melalui OPD terkait mampu menyelesaikan sebanyak 80 persen aduan.
Tentu saja, banyak yang dapat dicapai Bupati Jember Muhammad Fawait sejak saluran Wadul Gus'e dilaunching.
Mulai memperpendek Jarak dengan masyarakat, mencegah pungli, hingga mengoptimalkan serta mengajak masyarakat ikut andil dalam perbaikan pelayanan publik,
"Kemudian, melalui saluran Wadul Gus'e ini, bisa juga menjadi salah satu pemetaan mana OPD yang bekerja sat-set (cepat dan tepat, Red)," tegas Gus Fawait, Minggu, 15 Juni 2025.
Dari beberapa bulan ini, pihaknya sudah mendapatkan penghargaan dari beberapa pihak. Bahkan, ada beberapa kabupaten yang datang ke Jember untuk studi banding terkait dengan saluran Wadul Gus'e ini.
"Bagi OPD yang tidak bisa bekerja dengan sat-set, maka bahasa saya perlu dikasih minuman penyegar," ungkapnya.
Artinya bukan berarti mereka tidak mampu atau mungkin mereka tidak cocok ada di situ, itu menjadi salah satu indikator untuk kita melakukan penyegaran di OPD-OPD tersebut.
Sekali lagi, lanjutnya, bahwa filosofi otonomi daerah adalah untuk memberikan pelayanan yang terbaik.
Untuk itu, Gus Fawait akan berusaha di Pemerintahan Kabupaten Jember yang baru akan berusaha memberikan pelayanan yang terbaik walaupun belum sempurna.
Baca Juga: Jadi Pembicara di Amerika Serikat, Bupati Gus Fawait Terus Kenalkan Produk Andalan Jember
Lebih lanjut, Gus Fawait kembali mengimbau masyarakat untuk memaksimalkan saluran Wadul Gus'e dengan sebaik mungkin. Dengan begitu, Pemkab Jember bisa terus berkembang dan mengupayakan yang terbaik untuk warganya.
"Saluran Wadul Gus'e ini menjadi salah satu instrumen, menjadi salah satu tools Pemerintah Kabupaten Jember untuk mendekatkan diri antara bupati dengan masyarakatnya," tandasnya.***