Buzzer biasanya dikerahkan untuk mengunggah informasi identik dan berulang dengan penyebaran yang cepat dan masif sehingga dalam waktu singkat jadi trending di media sosial X.
Tak sedikit yang menyayangkan munculnya kampanye dua periode di tengah kondisi negara yang dinilai masih carut-marut.
Cuitan ini seolah menjadi pengalihan isu yang ramai dikampanyekan di tengah kisruh ijazah Jokowi.
Ditambah lagi masalah kerusakan lingkungan akibat tambang nikel di kawasan Raja Ampat Papua hingga kebijakan soal kenaikan gaji Hakim yang menuai polemik.
"Wkwkwk udah mulai banyak buzzer kampanye Prabowo 2 periode,
2 periode?? LOL. Baru 100 hari menjaBat aja kebijakannya udah bikin geleng-geleng kepala. Gak kasian sama rakyat?" komentar akun @jennaniisx.
"Ada fenomena prabowo 2 periode, sangat mengenaskan, program MBG berantakan, masih carut marut masalah pendidikan, ekonomi rakyat makin sulit tapi pejabatnya foya-foya, pengelolaan SDA ngawur, menteri-menteri juga masih ngalor ngidul gak karuan kerjanya," imbuh akun @jujuju389.
"Program utama Prabowo ngeri-ngeri semua, baik dari sisi jumlah anggaran, skala program, akuntabilitas, konflik kepentingan, dan prioritas solusi yang ngawur, buzzer bayaran gak paham itu," komentar akun @Coraletje.
Baca Juga: Susi Pudjiastuti Kritik Langsung Kebijakan Prabowo Naikkan Gaji Hakim Hingga 280 Persen
Belum lama ini, masyarakat juga ramai mengkritik soal rencana Prabowo menaikkan gaji hakim hingga 280 persen.
Langkah ini diambil melihat banyaknya hakim curang, bahkan petinggi Mahkamah Agung jadi tersangka kasus suap.
Alih-alih mendukung, warganet mendesak agar pemerintah fokus menuntaskan pemberantasan korupsi dan menegakkan hukum secara adil serta menyeluruh terhadap para pejabat negara yang menyalahgunakan wewenang dan "mencuri uang rakyat".***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini