news

Tak Gentar! Ribuan Aktivis Bakal Jalan Kaki ke Gaza Hentikan Blokade Israel Usai Mesir Deportasi Ratusan Orang

Jumat, 13 Juni 2025 | 10:55 WIB
Ilustrasi, ribuan aktivis dari berbagai penjuru dunia siap berangkat ke Gaza untuk mengakhiri blokade Israel. (Freepik)

SketsaNusantara.id - Ribuan aktivis dari berbagai belahan dunia siap bergerak untuk mengakhiri blokade Israel terhadap Gaza.

Para aktivis tersebut mulai bergerak menyusuk kru Kapal Madleen yang dikirim organisasi Freedom Folatille Coalition (FFC) yang beberapa waktu lalu dihentikan oleh Israel saat hendak mendekati perairan Gaza. 

Dilansir SketsaNusantara.id dari akun X @AJEnglish, gerakan yang disebut juga dengan Global March to Gaza ini akan membawa para aktivis berjalan kaki melintasi Semenanjung Sinai menuju Gaza.

Baca Juga: Misi Damai Dicegat: Kronologi Aktivis Internasional yang Berlayar bersama Madleen Diculik Israel saat Bawa Bantuan ke Gaza 

Kemarin pada tanggal 12 Juni 2025, para aktivis telah sampai di Mesir dan berencana untuk melanjutkan perjalanan mereka.

Namun, pemerintah Mesir menolak gerakan ini dan menangkap lebih dari 170 aktivis di bandara Kairo dan mendeportasi mereka ke Turki.

Meski ratusan rekan sesama aktivis dideportasi pemerintah Mesir, sebagian besar lainnya tak genra.

Ribuan aktivis yang masih berada di Mesir akan segera berangkat menuju El Arish esok hari sebelum menuju perbatasan Rafah.

Baca Juga: Israel Hapus Ucapan Duka atas Wafatnya Paus Fransiskus: Kritik soal Gaza hingga Tuduhan Genosida Jadi Akar Ketegangan

Global March to Gaza pun merilis sebuah memo di akun X @globalmarchgaza untuk mengabarkan dunia bahwa mereka tidak akan menghentikan rencana mereka. 

"Meskipun 170+ orang mengalami keterlambatan dan deportasi di Bandara Kairo, gerakan tetap dilanjutkan. Ribuan orang sudah ada di Mesir, siap memulai perjalanan mereka menuju Rafah dengan berjalan kaki hari Minggu ini," tulis akun tersebut dikutip oleh SketsaNusantara.id dari memo yang diunggah pada tanggal 12 Juni 2025.

Mereka juga bekerja sama dengan tim hukum mereka untuk menyelesaikan kasus penangkapan dan deportasi tersebut.

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Akui Israel Jika Palestina Merdeka, Dukung Solusi 2 Negara dalam Konflik Timur Tengah

Mereka menyatakan telah melengkapi segala dokumen yang diminta oleh pemerintah Mesir. 

Halaman:

Tags

Terkini