news

Pemrov Jatim Tambah Anggaran Rp 43,19 Miliar, Jaring 24.138 Penerima Bansos Baru

Kamis, 12 Juni 2025 | 16:00 WIB
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat memberikan bantuan alat bantu mobilitas bagi para penyandang disabilitas. (Dok. Humas Pemrov Jatim)

SketsaNusantara.id - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menambah alokasi anggaran terkait dengan bantuan sosial (bansos) pada perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) 2025. Yakni, mencapai Rp 43,19 Miliar.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyebutkan bahwa tambahan alokasi itu digunakan untuk memperluas sasaran lima program bansos strategis yang ditangani oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.

Perluasan program bansos tersebut merujuk pada Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD), Program Keluarga Harapan (PKH) Plus untuk lansia, Program Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (KE), Program Kewirausahaan Inklusif Produktif Perempuan Tangguh Mandiri Jawa Timur Sejahtera (KIP Putri Jawara), hingga menambah bantuan alat bantu mobilitas bagi penyandang disabilitas.

Baca Juga: Bangun Spillway di Kencong Jember, Pemprov Jatim Gelontorkan Anggaran Sebesar 15,6 Miliar

"Sebelumnya, ASPD hanya menyasar sebanyak 4 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) di 38 kabupaten/kota, kini diperluas menjadi 5 ribu penerima melalui tambahan seribu KPM di 26 kabupaten/kota dengan anggaran Rp 1,8 miliar," papar Khofifah.

Khofifah menambahkan bahwa setiap penerima perluasan memperoleh bantuan senilai Rp 1,8 juta. Bantuan tersebut dicairkan dalam dua tahap, yakni sejumlah Rp 900 ribu sekali cair.

Sementara untuk PKH Plus untuk lansia, ada tambahan sebanyak Rp 15 Miliar. Semula penerima hanya sebanyak 50 ribu lansia dengan total anggaran sejumlah Rp 100 Miliar. Kini bertambah menjadi 10 ribu lansia di 10 kabupaten/kota.

Baca Juga: Istimewa! Dengan Persiapan yang Matang, Tim Catur UNEJ Sabet Medali Emas di Pomprov Jatim 2025

Dengan total menjadi 60 ribu lansia penerima dan total anggaran sebesar Rp 115 miliar, setiap lansia menerima bantuan senilai Rp 1,5 juta dan diberikan dalam tiga tahap.

Untuk program penghapusan kemiskinan ekstrem, lanjutnya, tercatat ada sebanyak 10 ribu tambahan KPM dengan anggaran Rp 15 miliar pada 14 kabupaten/kota.

"Setiap penerima bantuan modal usaha mendapatkan bantuan senilai Rp 1,5 juta," ungkapnya.

Baca Juga: Tekun Bangun Relasi! Bupati Jember Gus Fawait Datangkan Program dari Pemerintah Pusat dan Pemprov Jatim Hingga Tembus Rp1 Triliun

Sebelumnya hanya menjangkau sebanyak 23 ribu KPM dengan anggaran sebesar Rp 34,5 miliar, kini menjadi 33 ribu KPM dengan anggaran sejumlah Rp 49,5 miliar.

Lalu, untuk program kewirausahaan inklusif produktif perempuan tangguh mandiri Jawa Timur sejahtera (KIP Putri Jawara) juga diperluas.

Halaman:

Tags

Terkini