Dalam kebijakannya itu, Nadiem Makarim memberikan 1,1 juta unit laptop chromebook kepada 77.000 sekolah yang tersebar di seluruh Indonesia
Selain laptop, puluhan ribu sekolah yang tersebar di seluruh Indonesia itu juga menerima modem 3G dan proyektor
“Pengadaan peralatan TIK yang termasuk laptop adalah bagian dari upaya mitigasi risiko pandemi,” terangnya.
Selain upaya mitigasi risiko saat pandemi Covid-19, pengadaan laptop yang menghabiskan dana Rp9,9 triliun ini juga bertujuan untuk pelaksanaan ANBK.
Seperti yang diketahui, pelaksanaan assessment nasional berbasis komputer atau ANBK merupakan saah satu instrumen sensus untuk mengukur pencapaian belajar dan dampak learning loss.
Nadiem pun mengaku, kebijakan tersebut ia keluarkan untuk tujuan baik yakni pencegahan learning loss saat terjadi Pandemi Covid-19.
Ia pun menegaskan, kebijakan yang dikeluarkannya selama menjadi Menteri Pendidikan selalu berdasarkan azas transparansi dan keadilan
Selain mengungkapkan alasannya mengeluarkan kebijakan tersebut, Nadiem juga turut menegaskan sikapnya terkait proses hukum yang sedang berlangsung.
Jebolan Harvard University ini mengungkapkan dirinya siap mendukung aparat kejaksaan dalam menyelidiki kasus dugaan korupsi di Kemendiktisaintek.
Ia juga siap jika diminta untuk memberikan pernyataan atau klarifikasi terkait kasus tersebut.
Selain itu, Nadiem juga kembali menegaskan dirinya secara pribadi mengutuk segala bentuk tindakan korupsi.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!