news

Tagar 'Save Papua' Menggema di Medsos, Menteri ESDM Hentikan Sementara Aktivitas Penambangan Nikel di Raja Ampat yang Dinilai Merusak Lingkungan

Kamis, 5 Juni 2025 | 19:00 WIB
Potret Menteri ESDM Bahlil Lahadalia hentikan sementara aktivitas penambangan nikel di Raja Ampat dan lakukan evaluasi karena dinilai merusak lingkungan (Instagram/kesdm)

Hal ini dilakukan berdasarkan laporan yang diterima dari aktivis lingkungan Greenpeace Indonesia yang menyebut eksploitasi nikel di Indonesia Timur telah merusak lingkungan dan ekosistem di area wisata Raja Ampat.

Baca Juga: Tambang Nikel di Raja Ampat Menuai Banyak Protes, Akun X Ini Beberkan Apa Saja Kerugian Indonesia Jika Proyek Ini Terealisasi

"Mulai saya ngomong ini saya melarang aktivitas penambangan, tapi bukan seterusnya, hanya sementara sampai ada hasil investigasi di lapangan," kata Bahlil, dalam konferensi pers yang digelar pada hari Kamis, 5 Juni 2025.

Bahlil mengatakan bahwa ada 5 Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang aktif di Raja Ampat, hanya PT Gag Nikel yang saat ini beroperasi, dan kegiatannya telah berlangsung sejak 2018 setelah diambil alih dari perusahaan asing pada 1997.

"Gag Nikel ini tahun 97-98 sebelumnya kontrak karya milik asing lalu diserahkan pada negara dan negara menyerahkan pada PT Antam," ucapnya.

Baca Juga: Rakyat Ngirit, Pejabat Melangit! Heboh Bahlil Lahadalia Kepergok Pelesiran ke Solo Pakai Jet Pribadi, Segini Harga Sewanya

Bahlil juga menegaskan bahwa evaluasi akan dilakukan dengan mempertimbangkan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan.

"Jadi aktivitas penambangan ini sudah ada sebelum saya menjabat, oleh karena itu saya akan melakukan evaluasi akan kita lihat apa ada pelanggaran dan nantinya kita sesuaikan dengan kaidah Amdal," tuturnya.

Tagar #SavePapua yang menggema di X menunjukkan betapa besarnya perhatian publik terhadap isu ini.

Warganet mendorong pemerintah untuk bertindak cepat dan transparan dalam menangani dampak lingkungan di Raja Ampat.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Halaman:

Tags

Terkini