SketsaNusantara.id - Toleransi dan solidaritas lintas agama selalu tumbuh di tanah bekas konflik agama, kota Ambon.
Mungkin karena itu lah semangat kota Ambon memelihara hubungan persaudaraan sangat kental tanpa mengenal latar belakang suku, agama, dan ras.
Hal ini tampak dari sikap saling menghargai antar umat lintas agama yang turut terlibat merayakan hari raya besar keagamaan seperti Natal, Paskah, Idul Fitri, dan Idul Adha.
Seperti yang ditunjukkan oleh Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) yang turut berpartisipasi memberikan sapi kurban ke Masjid Raya Al Fatah di kota Ambon.
Diketahui bahwa partisipasi pimpinan persekutuan gereja-gereja di kota Ambon tersebut telah menjadi tradisi tahunan sebagai wujud toleransi antar umat beragama.
Dilansir SketsaNusantara.id dari sinodegmp.id, Pendeta Lenny Bakarbessy mewakili Sinode GPM menyerahkan langsung satu ekor sapi kepada pengurus Masjid Raya Al Fatah.
"Kami menyerahkan hewan kurban ini sebagai tanda keikutsertaan GPM merayakan Hari Raya Iduladha. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk terus merawat hubungan persaudaraan di Maluku, yang dilandasi oleh kasih, semangat tolong-menolong, dan pengorbanan demi sesama,” ungkapnya.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa sukacita dapat bertemu kembali dengan saudara Muslim dalam rangka menyongsong perayaan Idul Adha.
Sebagai perwakilan Masjid, Ustad H Hadi Basalamah menyampaikan ucapan terima kasih dan besar apresiasi kepada pihak gereja.
"Kami sangat bersyukur atas kehadiran saudara-saudara dari GPM. Ini bukan pertama kalinya—setiap tahun GPM selalu menunjukkan perhatian melalui penyaluran hewan kurban. Semoga silaturahmi dan toleransi ini terus terjaga,” ujarnya.
Sementara itu, ketua Panita Hari Besar Gerejawi (PHBG) yaitu Bodewin Wattimena menegaskan bahwa penyerahan hewan kurban ini bukan sekedar kebiasaan tahunan.