Prodi Filsafat akan terus mengawal kasus yang menjerat mahasiswanya ini.
“Program Studi Ilmu Filsafat FIB UI akan terus mengawal mahasiswa kami dan memberi perhatian penuh dalam proses hukum ini,” ucapnya.
Pihaknya berharap adanya keadilan bagi Cho Yong Gi, terlebih setelah disampaikannya fakta-fakta peran tugas Cho Yong Gi dalam aksi tersebut.
“Kami berharap dengan fakta-fakta sebagaimana kami sampaikan ini, pihak Polda Metro Jaya dapat meninjau kembali penanganan kasus ini secara objektif dan berkeadilan dengan mempertimbangkan posisi mahasiswa kami serta integritas tugas kemanusiaan yang ia emban saat kejadian berlangsung,” tandasnya.
Seperti diketahui dalam aksi May Day tersebut, Cho Yong Gi bertugas sebagai tim medis dengan atribut lengkap.
Saat itu, ia mendengar teriakan warga yang mengatakan bahwa ada demonstran yang mengalami kepala bocor.
Saat ia mendatangi pusat suara tersebut, ia melihat ada sekitar 4-5 demonstran yang mengalami luka serius.
Sebagai tim medis, Cho Yong Gi pun menawarkan bantuan pengobatan. Namun ia justru didatangi oleh oknum yang menudingnya bahwa dirinya terlibat kerusuhan saat itu.
Hingga akhirnya, Cho Yong Gi diamankan, dibawa paksa, dan mendapat sejumlah kekerasan dari oknum aparat.
"(Saya) ditangkap, dibanting ke bawah, dipiting lehernya, di bagian lehernya diinjak sepatu. Dipukuli babi buta, nggak tau yang mukulin dari mana," ucap Cho Yong Gi.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini