SketsaNusantara.id - Netizen komentari trend di media sosial mengenai apa yang dilakukan siswa ranking satu di sekolah saat ini.
Menurut seorang pengguna internet, trend tersebut tidak memberikan manfaat dan tujuan yang jelas.
“Trend yang dibungkus kaya lucu, padahal cuma buat validasi inferioritas,” tulis seorang netizen seperti yang dikutip SketsaNusantara.id dari akun Instagram Nyinyir Update Official.
Netizen tersebut menilai bahwa trend itu digunakan untuk memvalidasi kehidupan orang lain dengan dibalut pertanyaan yang dianggap lucu.
Menurutnya, memang benar mendapatkan prestasi di sekolah tidak selalu menjamin orang itu akan sukses, tapi berkomentar soal kehidupan orang lain dan membuat trend tersebut juga tidak menjadikan sang penanya lantas terlihat luar biasa.
Selain itu, pemilik akun juga berpendapat bahwa trend tersebut bisa jadi digunakan untuk melihat kehidupan orang lain yang biasa saja, sementara bisa jadi pemberi pertanyaan memiliki luka akibat mendapatkan ranking 30 besar.
Atas unggahan tersebut banyak netizen ikut menyuarakan pendapatnya terkait siswa ranking satu di kelas yang tidak harus menjadi orang sukses.
Menurut para netizen, definisi sukses untuk setiap orang bisa jadi berbeda-beda.
Ada yang sukses menjadi seorang dokter yang mengobati pasiennya.
Ada juga yang sukses menjadi ibu rumah tangga dengan mendidik anaknya sendiri hingga anaknya juga jadi juara di sekolah.
Sejak postingan tersebut diunggah pada 3 Juni 2025, banyak warganet yang memberi komentar mengenai arti sukses versi mereka masing-masing.